- Pada 27 Januari 2026, truk tertabrak Kereta Api Gajayana di perlintasan JPL 582 Kebumen karena palang pintu tidak sepenuhnya menutup.
- Kecelakaan tersebut mengakibatkan sopir truk meninggal dan menyebabkan kemacetan signifikan di ruas Jalan Nasional 3.
- Penyelidikan polisi berfokus pada fungsi palang pintu yang tidak sempurna ditambah faktor cuaca hujan deras saat kejadian.
SuaraJawaTengah.id - Pada Selasa malam, 27 Januari 2026, kecelakaan tragis terjadi di perlintasan kereta api JPL 582 di wilayah Mekarsari, Kabupaten Kebumen.
Sebuah truk tronton yang melintas tertabrak oleh kereta api Gajayana yang sedang melaju menuju Malang-Gambir.
Kecelakaan ini menyebabkan kerusakan parah pada truk, serta mengakibatkan kemacetan panjang di ruas Jalan Nasional 3. Berikut ini sejumlah fakta dari kecelakaan tersebut.
1. Kronologi Kecelakaan Truk Tertabrak Kereta Api Gajayana
Menurut saksi yang berada di lokasi kejadian, palang pintu di perlintasan kereta api tersebut tidak sepenuhnya menutup pada saat truk melintas.
Meskipun posisi truk sudah berada di atas rel, palang pintu masih berada pada posisi setengah tertutup, yang memungkinkan kendaraan untuk melaju dan terjebak di atas rel.
Hal ini menyebabkan kecelakaan ketika kereta api Gajayana yang melaju dari Gambir menuju Malang tidak bisa menghindari tabrakan.
Salah seorang saksi mengatakan bahwa benturan antara kereta api dan truk sangat keras, sehingga menimbulkan kerusakan parah pada kendaraan dan memblokir jalur kereta api untuk sementara waktu.
2. Dampak Kecelakaan terhadap Lalu Lintas dan Transportasi
Baca Juga: Buntut Kecelakaan KA Harina, Sopir dan Pemilik Truk Digugat!
Kecelakaan ini menyebabkan kemacetan panjang di Jalan Nasional 3, karena rekayasa lalu lintas yang diterapkan untuk memberikan ruang bagi proses evakuasi truk yang rusak.
Lalu lintas dari Purworejo menuju Kebumen dan Purwokerto terhambat, sementara beberapa kereta yang melintas juga mengurangi kecepatannya untuk memastikan keselamatan di jalur utama.
Pihak kepolisian dan petugas perlintasan segera melakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka-tutup jalur, dan mengerahkan mobil deret untuk memindahkan truk yang terjebak di atas rel.
Kendaraan yang melintas terpaksa diarahkan melalui jalur alternatif, yang menyebabkan penundaan dalam perjalanan dan perjalanan yang lebih panjang bagi para pengendara. Proses evakuasi truk membutuhkan waktu cukup lama karena truk yang rusak parah dan terjebak di atas rel.
Namun, jalur kereta api akhirnya berhasil dibuka kembali setelah beberapa jam dan kereta api yang terhambat bisa melanjutkan perjalanan setelah situasi terkendali.
3. Korban dan Proses Evakuasi
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kendal Tornado FC Tambah Amunisi, Birrul Walidain dan Andre Oktaviansyah Resmi Bergabung
-
Ungguli Jatim dan Jabar, Jateng Pimpin Penyaluran Kredit Perumahan Nasional
-
PT Bhimasena Power Indonesia Raih LKPM Award Kategori PMA pada Peluncuran BATANG INVESTA
-
Sindikat Pencurian Spesialis Rumah Lansia Dibongkar, Polresta Solo Tangkap Dua Pelaku
-
Semarang Capai UHC 100 Persen, BPJS Kesehatan Perluas Layanan Jantung hingga Kanker