- BRI mensosialisasikan produk bundling rekening dan QRIS tanpa biaya kepada petani di Kecamatan Karangawen, Demak.
- Selain transaksi digital, BRI juga memberikan edukasi mengenai akses permodalan untuk pengembangan usaha pertanian berkelanjutan.
- Kegiatan ini mendukung program pemerintah KDKMP guna memperkuat ekosistem ekonomi dan ketahanan pangan desa.
SuaraJawaTengah.id - Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan sektor pertanian. Kali ini, BRI melaksanakan kegiatan sosialisasi pembukaan rekening produk khusus bundling QRIS bagi para petani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kecamatan Karangawen, Demak.
Program ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses transaksi keuangan secara digital melalui QRIS tanpa membebani para petani dengan biaya tambahan yang memberatkan.
Melalui produk bundling tersebut, petani tidak hanya mendapatkan rekening tabungan, tetapi juga fasilitas QRIS yang memudahkan transaksi penjualan hasil panen secara non-tunai.
Selain sosialisasi pembukaan rekening dan penggunaan QRIS, BRI juga memberikan edukasi terkait akses permodalan bagi para petani. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha pertanian, mulai dari pembelian bibit unggul, pupuk, hingga pengembangan alat pertanian modern.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan BRI terhadap program pemerintah dalam penguatan ekosistem ekonomi desa melalui program KDKMP, yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.
Manager BRI, Sanie Febriyanti, menyampaikan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional yang perlu mendapatkan dukungan penuh dari lembaga keuangan.
"Melalui sosialisasi pembukaan rekening bundling QRIS ini, kami ingin memastikan para petani di Kecamatan Karangawen memiliki akses layanan keuangan yang mudah, aman, dan tidak memberatkan. BRI berkomitmen untuk terus mendampingi para petani, tidak hanya dari sisi transaksi digital, tetapi juga dari sisi permodalan agar usaha pertanian mereka semakin berkembang dan berkelanjutan," ujar Sanie dikutip dari keterangan tertulis pada Kamis (26/2/2026).
Ia juga menambahkan bahwa dukungan terhadap program KDKMP menjadi bagian dari sinergi BRI bersama pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Sementara itu, Farikh Sakti Syarifudin, Ketua Tim Kerja Penyuluh Kementerian Pertanian Kabupaten Demak, menyambut baik kegiatan sosialisasi yang diberikan BRI.
Baca Juga: Regulasi Baru Mengancam! Petani Tembakau Temanggung dan DIY Khawatir dengan Pembatasan Tar Nikotin
"Kami sangat mengapresiasi dukungan BRI kepada para petani di Kecamatan Karangawen. Dengan adanya rekening dan QRIS, transaksi penjualan hasil panen menjadi lebih praktis dan aman. Ditambah lagi dengan sosialisasi permodalan, kami merasa lebih terbantu untuk mengembangkan usaha pertanian ke depan," kata Farikh.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para petani Kecamatan Karangawen semakin melek layanan keuangan, mampu memanfaatkan teknologi digital, serta memiliki akses permodalan yang memadai guna mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo
-
Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo
-
Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu
-
20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI
-
UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris