- Majelis Agama Buddha Tantrayana Indonesia menyelenggarakan doa bersama untuk perdamaian dunia dan NKRI di Candi Borobudur, Magelang.
- Ketegangan geopolitik internasional menyebabkan gangguan penerbangan sehingga membatalkan kehadiran sejumlah delegasi mancanegara pada acara menjelang Waisak 2026.
- Sebanyak 400 umat dari berbagai negara tetap hadir mengikuti rangkaian ritual doa dan akulturasi budaya lokal.
SuaraJawaTengah.id - Situasi panas geopolitik dunia ternyata memberikan dampak nyata hingga ke kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Acara doa aspirasi agung untuk perdamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan dunia yang diselenggarakan oleh Majelis Agama Buddha Tantrayana Indonesia (MUNI) harus menghadapi kendala signifikan akibat ketegangan internasional yang melibatkan negara-negara besar.
Panitia penyelenggara mengungkapkan bahwa konflik yang memanas di beberapa belahan dunia, khususnya yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, secara langsung mempengaruhi partisipasi delegasi internasional dalam acara sakral menjelang Waisak 2026 ini.
Awalnya, MUNI menargetkan kehadiran 500 hingga 700 peserta dari dalam dan luar negeri untuk bersama-sama memanjatkan doa di pelataran candi Buddha terbesar di dunia tersebut.
Ketua Perkumpulan Umat Nyingma Tantrayana MUNI, Lama Rama Santoso Liem, di Magelang, Kamis, menjelaskan bahwa situasi keamanan global yang tidak menentu menyebabkan gangguan pada jadwal penerbangan internasional, yang berujung pada pembatalan kehadiran sejumlah tamu penting.
"Akibat kendala penerbangan internasional yang tidak memungkinkan, puluhan peserta dari mancanegara terpaksa membatalkan perjalanan mereka meskipun telah melakukan registrasi dan konfirmasi kehadiran," katanya dikutip dari ANTARA pada Kamis (28/5/2026).
Kendati diadang hambatan logistik akibat situasi global, semangat untuk mendoakan perdamaian tidak surut.
Acara tersebut tetap dihadiri oleh sekitar 400-an umat Buddha yang berkomitmen tinggi.
Delegasi mancanegara yang berhasil menembus kendala dan terpantau hadir berasal dari kawasan Asia seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, Hongkong, Taiwan, Jepang, China, hingga benua Australia dan beberapa negara Eropa seperti Portugal, Prancis, dan Bulgaria.
Baca Juga: Di Lembaga ini Warga Miskin Jateng Dilatih Gratis, Diberi Makan, Lalu Disalurkan ke Tempat Kerja
Sementara dari domestik, umat berdatangan dari Medan, Pekanbaru, Jambi, Bali, berbagai wilayah di Jawa, hingga Sulawesi.
Doa Khusus Kesejahteraan NKRI dan Akulturasi Budaya Jawa
Di tengah bayang-bayang konflik global, ada hal khusus yang ditekankan dalam pelaksanaan doa bersama tahun ini. Lama Rama Santoso Liem menyampaikan bahwa selain fokus pada perdamaian dunia yang sedang terguncang, MUNI secara spesifik menyelipkan doa intensif demi peningkatan kesejahteraan masyarakat di dalam negeri.
"Tahun ini, di luar doa aspirasi rutin, kami menambahkan doa khusus untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia. Kami mendoakan seluruh rakyat NKRI agar selalu berada dalam kedamaian dan kemakmuran," katanya.
Rangkaian acara di kawasan Borobudur ini sendiri berlangsung khidmat. Dimulai pada hari pertama dengan upacara Nyingma Monlam Indonesia, kegiatan berlanjut dengan agenda spiritual dan budaya yang kental.
Pada Jumat malam (29/5), umat dijadwalkan melaksanakan ritual Larung Pelita Purnama Siddhi di aliran Sungai Progo. Puncaknya pada Sabtu pagi (30/5), akan digelar aksi "Merti Karuna Bumi".
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Mencekam, Kronologi Perampokan Lansia di Kudus, Pelaku Masuk Lewat Jendela Pukul 2 Pagi
-
Misteri Kematian 4 Orang Sekeluarga di Tenda Camping Temanggung, Polisi Periksa Sisa Makanan
-
Kasus Pencabulan di Ponpes Pekalongan, Polisi Siapkan Safe House, Korban Lain Diminta Melapor
-
Penyebar Hoaks 'Pocong Begal' yang Resahkan Warga Jateng Diburu Polisi
-
Inovatif! Muhammadiyah Jateng Ubah Daging Kurban Jadi Logistik Kaleng Tahan 2 Tahun