- Insiden perampasan kunci mobil rental oleh oknum debt collector terjadi pada Sabtu, 7 Februari 2026, di Exit Tol Kaligawe, Semarang.
- Polisi telah menangkap enam orang pelaku penarikan mobil pada Selasa, 24 Februari 2026, di kantor pembiayaan terkait.
- Penyelidikan menunjukkan bahwa penarikan paksa tersebut terjadi akibat kesalahan identifikasi target penagihan oleh oknum DC.
Dalam rekaman terdengar teriakan para penumpang yang meminta pertolongan. Aksi tersebut dinilai membahayakan keselamatan korban karena terjadi di area pintu keluar tol yang ramai dan berisiko tinggi.
Salah satu korban bahkan mengalami luka lecet di bagian tangan akibat perebutan kunci mobil yang masih menempel di kendaraan.
5. Ternyata Salah Deteksi Target
Fakta mengejutkan terungkap dalam penyelidikan polisi. Mobil yang dicegat ternyata tidak memiliki masalah angsuran atau tunggakan pembiayaan.
Menurut Kombes Artanto, para debt collector tersebut salah mendeteksi target kendaraan.
"Faktanya mobil tersebut ternyata tidak telat angsuran, karena para DC ini salah mendeteksi mobil," jelasnya.
Artinya, tindakan penghadangan dan perampasan dilakukan terhadap kendaraan yang sebenarnya tidak bermasalah secara hukum maupun administrasi pembiayaan.
6. Enam Orang Ditangkap di Kantor Pembiayaan
Polisi bergerak cepat setelah video viral. Tim Jatanras melakukan penangkapan terhadap enam orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Baca Juga: Kondisi Jalur Pantura Kaligawe Semarang pada H-2 Lebaran Mulai Kering, Begini Kondisinya
Mereka ditangkap pada Selasa, 24 Februari 2026, di daerah Karangtempel, tepatnya di salah satu kantor layanan pembiayaan bernama Woori Finance.
Penangkapan dilakukan untuk mempertanggungjawabkan tindakan penghadangan dan perampasan yang meresahkan masyarakat.
Kasus ini kembali memunculkan perdebatan soal praktik debt collector di lapangan. Meski penagihan utang diperbolehkan dalam koridor hukum tertentu, tindakan intimidatif, perampasan, dan kekerasan jelas melanggar aturan.
Aksi di jalan tol juga menimbulkan risiko besar terhadap keselamatan pengguna jalan lainnya. Penghadangan di area publik, apalagi di jalur strategis seperti pintu keluar tol, berpotensi memicu kecelakaan.
Publik pun mendesak agar praktik penagihan dilakukan sesuai prosedur hukum dan tidak merugikan pihak yang sebenarnya tidak bersalah.
Kasus di Exit Tol Kaligawe menjadi pengingat penting bahwa kesalahan identifikasi bisa berujung serius. Tindakan sepihak tanpa verifikasi yang akurat bukan hanya merugikan korban, tetapi juga dapat berujung pidana bagi pelaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan