- Banjir Semarang terjadi Kamis sore di Ngaliyan dipicu hujan deras, mencapai ketinggian 50 sentimeter, lalu cepat surut.
- Titik terparah dekat kantor polisi, di mana sebuah motor nyaris terseret arus dan kejadiannya viral di media sosial.
- Dugaan penyebab banjir meliputi curah hujan tinggi dan belum terlaksananya pengerukan sungai secara berkala tahun ini.
Lokasi ini memiliki kontur jalan yang lebih rendah dan berbentuk cekung. Air dari blok yang lebih tinggi seperti Blok 10 dan Blok 12 mengalir turun dan berkumpul di titik tersebut. Akibatnya, arus air terlihat seperti aliran sungai kecil berwarna cokelat yang cukup deras.
5. Listrik Sempat Padam Akibat Ledakan Trafo
Banjir Kawasan Industri Candi juga berdampak pada pasokan listrik. Sekitar pukul 16.00 WIB, listrik di beberapa blok sempat mengalami gangguan.
Saksi menyebut listrik sempat nyala-mati sebelum terdengar suara ledakan dari trafo di perempatan bawah pabrik herboris. Setelah ledakan tersebut, listrik padam total di sejumlah area. Situasi ini membuat aktivitas industri sempat terganggu.
6. Dugaan Penyebab: Pendangkalan Sungai
Selain faktor hujan ekstrem, dugaan penyebab lain adalah pendangkalan sungai di sekitar kawasan tersebut.
Biasanya dilakukan pengerukan sungai secara berkala untuk mencegah luapan air saat hujan deras. Namun tahun ini pengerukan disebut belum dilakukan. Kombinasi antara curah hujan tinggi dan sistem drainase yang kurang optimal diduga mempercepat terjadinya genangan.
7. Tidak Ada Korban dan Pabrik Tetap Aman
Meski sempat membuat panik, banjir ini tidak sampai masuk ke dalam area pabrik. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan besar yang dilaporkan.
Baca Juga: Jangan Sampai Terlambat! Ini Waktu Buka Puasa di Semarang 25 Februari 2026
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya pekerja di wilayah Ngaliyan, agar lebih waspada saat hujan deras disertai angin kencang. Jika hujan sangat lebat, disarankan untuk menunda perjalanan dan berteduh terlebih dahulu.
Banjir Semarang 2026 di Kawasan Industri Candi menjadi pengingat bahwa hujan ekstrem dapat memicu genangan dalam waktu singkat, terutama di wilayah dengan kontur rendah dan sistem drainase yang belum optimal.
Beberapa langkah antisipasi yang bisa dilakukan antara lain:
- Pengerukan sungai secara rutin
- Perbaikan sistem drainase
- Pemetaan ulang titik rawan genangan
- Peningkatan kewaspadaan saat hujan deras
Meski genangan cepat surut dan tidak menimbulkan korban, peristiwa ini menunjukkan pentingnya mitigasi risiko di kawasan industri yang memiliki mobilitas tinggi setiap hari.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kasus Kiai Ashari di Persimpangan, Kendala Bukti Hambat Pengusutan Dugaan Pencabulan 50 Santri
-
"Puncak Kemarau Panjang Mengintai, DPRD Jateng Desak Optimalisasi Embung dan Waduk"
-
Belum Setahun, Tiga Serangan 'Bom' Menyasar Sekolah di Indonesia, Pelaku Selalu Korban Perundungan?
-
35 SD Negeri di Temanggung Sepi Peminat, Satu Sekolah Nihil Murid Baru
-
Akses Pupuk Bersubsidi Diklaim Makin Mudah, Penyaluran Capai 5,13 Juta Ton