- Satu keluarga asal Ambarawa ditemukan tewas di dalam tenda kawasan wisata Kledung, Temanggung, pada Kamis, 28 Mei.
- Polda Jawa Tengah sedang meneliti sampel makanan dan gas dari lokasi kejadian untuk memastikan penyebab kematian tersebut.
- Hasil uji laboratorium forensik menjadi acuan utama kepolisian dalam mengungkap fakta ilmiah terkait tragedi kematian empat korban.
SuaraJawaTengah.id - Teka-teki penyebab tewasnya satu keluarga asal Ambarawa saat berkemah di Kledung, Kabupaten Temanggung, kini bergantung pada hasil uji ilmiah.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa kepastian penyebab kematian empat orang tersebut baru akan terungkap setelah pemeriksaan toksikologi oleh Bidang Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah rampung.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Nasir Anwar, menyatakan bahwa penyidik bergerak cepat dengan mengamankan sejumlah sampel krusial dari tempat kejadian perkara (TKP) untuk diteliti secara mendalam.
Sejauh ini, polisi masih memegang dua dugaan kuat terkait pemicu tragedi pada Rabu (27/5) tersebut, yaitu petaka dari hidangan yang disantap atau paparan gas beracun dari alat memasak korban. Diketahui, bahan makanan yang dicurigai itu dibawa sendiri oleh rombongan keluarga tersebut dari rumah.
"Selain sampel makanan dan tabung gas juga diambil sampel dari salah satu korban yang usianya paling muda," kata Kombes Pol. Nasir Anwar dikutip dari ANTARA di Semarang.
Menanti Jawaban Ilmiah dari Meja Labfor
Pemeriksaan terhadap sampel organ korban termuda yang sebelumnya diketahui sebagai seorang atlet, serta sisa makanan dan tabung gas portable ini diharapkan bisa memberikan titik terang yang objektif.
Menurutnya ada dua fokus utama uji labfor. Pertama, kandungan zat berbahaya atau bakteri mematikan pada sisa makanan. Kedua, kadar gas karbon monoksida ($CO$) atau gas beracun lain dari kompor yang tersisa di dalam tubuh korban.
Meski demikian, masyarakat diminta bersabar. Nasir menegaskan bahwa proses pembuktian ilmiah ini tidak bisa dilakukan terburu-buru demi akurasi hasil penyidikan.
Baca Juga: 8 Tempat Camping di Magelang untuk Wisata Akhir Pekan Syahdu Anti Bising Kota
"Hasil pemeriksaan labfor menjadi petunjuk tentang penyebab kematian satu keluarga yang sedang menginap dengan menggunakan tenda di kawasan wisata itu," jelasnya.
Hingga saat ini, Nasir belum dapat memastikan kapan hasil utuh dari Labfor Polda Jateng akan keluar karena adanya serangkaian prosedur dan tahapan laboratorium yang wajib dilalui.
Akhir Tragis di Dalam Tenda Wisata
Tragedi memilukan ini merenggut nyawa MHM (52), M (43), AEH (17), dan BAH (21). Liburan keluarga yang harusnya menyenangkan di kawasan wisata alam Kledung berubah menjadi duka masal.
Kematian satu keluarga ini pertama kali terbongkar pada Kamis (28/5), saat petugas pengelola wisata berniat mengingatkan waktu check-out (waktu bagi pengunjung untuk meninggalkan lokasi). Namun, saat pintu tenda dibuka, petugas justru menemukan keempatnya sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
35 SD Negeri di Temanggung Sepi Peminat, Satu Sekolah Nihil Murid Baru
-
Akses Pupuk Bersubsidi Diklaim Makin Mudah, Penyaluran Capai 5,13 Juta Ton
-
BPI Perkuat Kolaborasi dengan Masyarakat Pesisir Lewat Pelestarian Tradisi Sedekah Laut Roban
-
BRI Perkuat Kontribusi Fiskal, Pajak dan Dividen Capai Rp19,1 Triliun
-
Bersama Danantara, BRI Perkuat Kontribusi Pajak untuk Pembangunan Nasional