Budi Arista Romadhoni
Senin, 16 Maret 2026 | 03:05 WIB
Gerbang Tol Kalikangkung Semarang, Jawa Tengah. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Puncak arus mudik Lebaran 2026 dari Jakarta terpantau di GT Kalikangkung Semarang pada Minggu sore (15/3/2026).
  • Volume kendaraan mencapai puncaknya, tercatat 2.390 unit masuk Semarang dalam satu jam menjelang sore hari.
  • Otoritas mengaktifkan 17 gardu tol maksimal untuk melayani lonjakan pemudik yang signifikan, berbeda dari arah sebaliknya.

SuaraJawaTengah.id - Gelombang arus mudik Lebaran 2026 dari arah Jakarta mulai tak terbendung saat memasuki Kota Semarang. Gerbang Tol (GT) Kalikangkung menjadi saksi bisu "tsunami" kendaraan yang terus memadati jalur utama, menandakan dimulainya puncak arus mudik tahun ini.

Betapa tidak, pantauan di Pospam GT Kalikangkung pada Minggu (15/3/2026) sore menunjukkan angka yang fantastis. Volume kendaraan yang masuk ke Semarang dalam satu jam terakhir bahkan sudah menyentuh 2.390 unit. Angka ini menjadi lonjakan paling signifikan yang tercatat sejauh ini.

Secara kumulatif, hingga pukul 16.00 WIB, total sudah ada 15.993 kendaraan pemudik yang berhasil melintasi GT Kalikangkung. Peningkatan gila-gilaan ini terasa sejak pagi hari, di mana volume yang semula rata-rata hanya 900 kendaraan per jam, meroket tajam menjadi 1.400 hingga 1.900 kendaraan per jam menjelang sore.

Tren ini menunjukkan eskalasi yang sangat cepat. Sebagai perbandingan, pada hari Sabtu (14/3), trafik kendaraan masih relatif lebih landai dengan rata-rata sekitar 1.500 kendaraan per jam.

Mundur satu hari ke belakang, pada Jumat (13/3), volume kendaraan bahkan hanya berada di kisaran 900-1.000 unit per jam. Ini membuktikan bahwa Minggu sore adalah awal dari puncak kepadatan yang sebenarnya.

Untuk mengantisipasi penumpukan parah, otoritas terkait mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. Kepala Pos Pengamanan (Pospam) GT Kalikangkung Semarang, AKP Dimas Arief Wicaksono, menyebutkan bahwa belasan gardu tol telah diaktifkan secara maksimal.

"Untuk exit-nya, ada delapan gardu utama, dan sembilan gardu tambahan," katanya di lokasi. Total ada 17 gardu tol yang kini beroperasi penuh untuk melayani gelombang pemudik dari arah barat.

Situasi ini berbanding terbalik dengan arus kendaraan dari arah sebaliknya. Kendaraan dari arah timur (Semarang) yang menuju Jakarta tercatat jauh lebih lengang. Hingga Minggu pukul 16.00 WIB, hanya ada 7.527 unit kendaraan yang melintas, dengan kepadatan rata-rata 400-800 kendaraan per jam.

Untuk melayani arus balik yang masih sepi ini, hanya lima gardu tol yang dioperasikan, menunjukkan fokus utama saat ini adalah mengurai kepadatan pemudik yang datang menyerbu Ibu Kota Jawa Tengah.

Baca Juga: Puncak Arus Mudik di Jateng Diperkirakan Terjadi Sabtu Pagi, Ahmad Lutfi Minta Pemudik Hati-hati

Load More