- Pelaksanaan salat Idulfitri di Desa Kedungwinong Sukoharjo batal karena aparat mempertanyakan izin dan keamanan acara.
- Panitia membatalkan salat Id demi menghindari risiko setelah adanya penegasan keamanan dari aparat desa.
- Kepala Desa meminta maaf dan berjanji tidak membatasi pelaksanaan salat Id lebih dari satu kali ke depan.
SuaraJawaTengah.id - Kisruh pelaksanaan salat Idulfitri di Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik. Rencana salat Id di Masjid Jami’ul Khoir yang sudah dipersiapkan sejak jauh hari mendadak batal digelar.
Keputusan ini memicu polemik, bahkan berujung pada permintaan maaf dari kepala desa setempat.
Berikut rangkaian fakta dan kronologi yang terjadi:
1. Panitia Sudah Siapkan Salat Id Sejak Awal
Ketua panitia salat Id Masjid Jami’ul Khoir, Zuhri, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan, termasuk koordinasi dengan takmir masjid. Ia juga mengaku telah menyampaikan pemberitahuan kepada kepala desa, Miyadi, saat bertemu di masjid.
Menurutnya, secara administrasi, pemberitahuan sudah dilengkapi dengan kop resmi dan tembusan kepada pihak desa. Rencana pelaksanaan salat Id yang mengikuti jadwal Muhammadiyah pun sudah disampaikan sejak awal.
2. Muncul Penegasan dari Aparat soal Izin dan Keamanan
Situasi mulai berubah saat malam menjelang hari pelaksanaan. Saat panitia melakukan kerja bakti di masjid, seorang Babinsa datang dan mempertanyakan rencana tersebut.
Dalam pernyataan yang disampaikan kepada panitia, disebutkan bahwa kepala desa tidak memberikan izin. Bahkan, ada penegasan bahwa jika kegiatan tetap dilaksanakan, pihak aparat tidak akan bertanggung jawab atas keamanan.
Baca Juga: Tragedi Maut di Sukoharjo: Santri Tewas di Tangan Senior, Kemenag Usut Regulasi Pesantren
Pernyataan ini membuat panitia merasa berada dalam posisi sulit, terutama terkait keselamatan jamaah.
3. Salat Id Akhirnya Dibatalkan Demi Menghindari Risiko
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, panitia akhirnya memutuskan untuk membatalkan salat Id di Masjid Jami’ul Khoir. Pengumuman pembatalan disampaikan melalui pengeras suara masjid pada pagi hari setelah salat Subuh.
Zuhri menegaskan bahwa keputusan ini diambil bukan karena adanya pembubaran, melainkan murni inisiatif panitia demi menghindari potensi risiko.
Ia mengaku tidak bisa menjamin keamanan dan kekhusyukan ibadah jika tetap dilaksanakan di tengah tekanan yang dirasakan.
4. Jemaah Terpaksa Cari Lokasi Alternatif
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Jangan Percaya Berita Soal Menkeu Bagi-bagi Dana Hibah, BRI Ingatkan Nasabah untuk Waspada
-
Geger 'Rojo Tikus' Sujiwo Tejo: Menyaksikan Ironi Negeri, Telanjangi Praktik Korupsi Sistemik
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pertumbuhan Ekonomi Harus Benar-benar Dirasakan Rakyat
-
Waspada! Jawa Tengah Status Siaga Hujan Sangat Lebat Hari Ini, Semarang Diprediksi Hujan Ringan
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Penguatan Bank Sampah di Tengah Lonjakan Harga Plastik