- Gerbang Tol Kalikangkung Semarang menjadi titik utama arus balik Lebaran 2026 dengan volume kendaraan mencapai 3.870 unit per jam.
- Rekayasa lalu lintas ditingkatkan dari sistem satu arah lokal menjadi satu arah nasional untuk mengurai kepadatan pemudik.
- Pembukaan jalur satu arah dihadiri langsung oleh Kapolri dan tiga menteri untuk menangani lonjakan signifikan arus balik.
SuaraJawaTengah.id - Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, telah berubah menjadi gerbang utama 'neraka' arus balik Lebaran 2026. Volume kendaraan yang tumpah ruah menuju Jakarta secara konsisten menembus angka di atas 3.000 unit per jam, memaksa pemberlakuan sistem satu arah (one way) skala nasional untuk mengurai kepadatan yang mengerikan.
Pemandangan pada Rabu (25/3) siang menunjukkan empat lajur tol yang biasanya terbagi dua arah, kini seluruhnya dipenuhi kendaraan yang bergerak serempak ke arah barat. Kalikangkung, yang menjadi perbatasan antara Kota Semarang dan Kabupaten Kendal, menjadi saksi bisu dimulainya gelombang besar pemudik yang kembali ke ibu kota.
Kepala Pos Pengamanan (Pospam) GT Kalikangkung Semarang, AKP Dimas Arief Wicaksono, membenarkan bahwa volume kendaraan terus merangkak naik secara signifikan.
Berdasarkan data trafik, pada pukul 06.00 WIB pagi, arus masih tercatat 1.406 kendaraan. Namun, angka itu melonjak cepat hingga menembus 2.000 kendaraan per jam, dan puncaknya terjadi dalam tiga jam terakhir sebelum pukul 14.00 WIB, di mana arus kendaraan mencapai **3.870 kendaraan, 3.604 kendaraan, dan 3.407 kendaraan** per jam.
"Volume kendaraan yang ke arah Semarang, Rabu, mulai pukul 06.00-14.00 WIB tercatat 23.513 kendaraan," ungkap Dimas.
Kapolri dan Tiga Menteri Turun Tangan
Besarnya skala arus balik ini membuat para petinggi negara turun langsung ke lokasi. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo secara resmi membuka jalur `one way` arus balik ini dari GT Kalikangkung pada Selasa (24/3).
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan puncak arus balik setelah tercatat sekitar 2.380.401 kendaraan telah keluar dari Jakarta saat mudik.
"Seiring meningkatnya arus balik maka rekayasa lalu lintas ditingkatkan dari one way lokal menjadi one way nasional," ujar Kapolri saat itu.
Baca Juga: One Way Lokal di Tol Salatiga-Kalikangkung Dihentikan: Puncak Arus Balik Lebaran 2025 Terlewati
Tidak main-main, pembukaan `one way` ini juga dihadiri oleh tiga menteri sekaligus: Menteri Koordinator Bidang PMK Pratikno, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, menandakan keseriusan pemerintah menangani arus balik ini.
Kepadatan tak hanya terjadi di jalan tol. Arus lalu lintas di jalur perkotaan Semarang juga ikut lumpuh. Pusat oleh-oleh di Jalan Pandanaran dipadati kendaraan berplat nomor Jabodetabek (B) dan kota-kota lain di Jawa Barat (E, A, T) yang melakukan perhentian terakhir sebelum menempuh perjalanan panjang kembali ke perantauan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Mooncake Festival 2026 Jadi Ruang Akulturasi Budaya di Semarang
-
Rayakan Pestapora 2026 Bareng BRImo, Ada Cashback dan Keseruan di Booth BRI
-
Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik
-
Mooncake Festival Dorong Pecinan Semarang Jadi Ruang Budaya yang Hidup
-
Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG