- SMC RS Telogorejo Semarang kini memimpin penanganan operasi sendi lutut dengan mengimplementasikan teknologi robotik RONEE.
- Teknologi RONEE terhubung dengan CT Scan, mendukung akurasi penentuan titik potong dan penempatan implan saat TKR.
- Rumah sakit tersebut meresmikan tiga layanan baru termasuk RONEE, WMC, dan ODS, untuk peningkatan layanan ortopedi.
SuaraJawaTengah.id - SMC RS Telogorejo Semarang kini menjadi yang terdepan dalam penanganan operasi sendi lutut di Jawa Tengah.
Rumah sakit ini secara resmi mengimplementasikan teknologi robotik canggih, RONEE atau Telogorejo Robotik Knee, untuk membantu prosedur operasi sendi lutut total (Total Knee Replacement/TKR).
Penerapan RONEE menandai kemajuan signifikan dalam bidang ortopedi, menawarkan tingkat akurasi dan presisi yang lebih tinggi bagi pasien.
Direktur Utama SMC RS Telogorejo, dr. Alice Sutedjo Lisa, menjelaskan bahwa penggunaan teknologi robotik ini bertujuan untuk mengoptimalkan tindakan operasi sendi lutut.
"Teknologi yang digunakan terhubung dengan CT Scan, sehingga pasien dapat merasakan layanan yang maksimal," kata dr. Lisa di Semarang, Selasa (31/3/2026).
Ini menunjukkan komitmen RS Telogorejo dalam memanfaatkan inovasi medis untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
RONEE dirancang untuk mendukung dokter dalam melakukan tindakan operasi dengan lebih terukur dan akurat.
Sebagai alat berbasis CT Scan, teknologi robotik ini memungkinkan persiapan operasi yang sangat detail sebelum prosedur dimulai.
Dengan bantuan sistem robotik, dokter ortopedi dapat menentukan titik potong tulang dan penempatan implan secara lebih presisi, menjadikan prosedur TKR lebih optimal dibandingkan pendekatan konvensional.
Baca Juga: Pemerintah Kebut Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Banten dan Jawa Tengah
Proses persiapan pasien juga dilakukan secara komprehensif. Pasien akan menjalani evaluasi kondisi fisik dan medis, termasuk pemeriksaan jantung, paru, serta optimalisasi kondisi seperti tekanan darah dan gula darah.
Edukasi dan latihan penguatan otot sebelum operasi juga diberikan sebagai bagian dari persiapan menyeluruh.
Pasca tindakan, proses pemulihan dirancang secara sistematis. Pasien dapat mulai mobilisasi sejak hari pertama, dilanjutkan dengan latihan berjalan dalam beberapa hari berikutnya.
Dalam beberapa minggu, fungsi lutut akan kembali secara bertahap, dan dalam beberapa bulan, pasien diharapkan dapat kembali menjalani aktivitas normal.
"Teknologi robotik adalah alat. Tapi empati yang tulus adalah pelayanan andalan kami," jelas dr. Lisa.
Ketua Pengurus Yayasan Kesehatan Telogorejo Semarang, Hendro Sutantyo, menambahkan bahwa RONEE merupakan salah satu dari tiga layanan baru yang diresmikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
GIIAS Semarang Kenalkan Ragam Teknologi Mobil Listrik, Changan Bawa BEV dan REEV
-
Aduan Warga Jateng Tak Boleh 'Menggantung', Ahmad Luthfi: Maksimal 24 Jam Harus Direspons!
-
Deretan 5 Gubernur Hadiri Apel Akbar, 243 Ribu 'Hansip Reborn' Resmi Dikumpulkan di Jateng!
-
Tren Mobil Listrik Masuk Mobilitas Harian, Wuling Kenalkan Aira ev di GIIAS Semarang
-
Kecelakaan KA Argo Bromo, Pengamat: Kesalahan Masinis Tak Bisa Dilihat Secara Tunggal