- Seorang pria berinisial W membakar mantan istri dan mertuanya di Desa Tubanan, Jepara, pada 3 April 2026.
- Aksi kekerasan dipicu kecemburuan pelaku terhadap rencana pernikahan mantan istrinya dengan menyiramkan bahan bakar ke tubuh korban.
- Kejadian tragis tersebut mengakibatkan mantan mertua pelaku meninggal dunia dan sang mantan istri mengalami luka bakar kritis.
SuaraJawaTengah.id - Aksi kekerasan tragis mengguncang Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Seorang pria berinisial W (64) nekat membakar mantan istri dan mantan mertuanya pada Jumat dini hari, 3 April 2026.
Peristiwa ini tidak hanya mengejutkan warga, tetapi juga meninggalkan duka mendalam setelah salah satu korban meninggal dunia akibat luka bakar parah.
Kasus ini diduga kuat dipicu oleh rasa cemburu yang tidak terkendali. Berikut kronologi dan fakta penting di balik kejadian tersebut:
1. Dipicu Rasa Cemburu karena Rencana Pernikahan
Peristiwa ini berawal dari emosi pelaku yang memuncak. W disebut tidak terima setelah mendengar kabar bahwa mantan istrinya akan menikah kembali dalam waktu dekat.
Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP M Faizal Wildan Umar Rela, menjelaskan bahwa rasa cemburu tersebut menjadi pemicu utama tindakan pelaku.
“Pelaku merasa cemburu setelah mendengar kabar mantan istrinya akan menikah lagi,” ujarnya.
Emosi yang tidak terkendali ini kemudian berubah menjadi tindakan kekerasan yang fatal.
2. Datang Diam-Diam di Tengah Malam
Baca Juga: 5 Fakta Mengerikan Pesta Miras di Jepara yang Menewaskan 5 Orang
Kejadian berlangsung sekitar pukul 01.45 WIB saat suasana masih sepi.
Pelaku datang secara diam-diam ke rumah korban dengan membawa jeriken berisi bahan bakar jenis Pertalite. Saat itu, kedua korban sedang tertidur di dalam kamar, yakni mantan istri pelaku bersama ibunya.
Kondisi malam yang tenang membuat aksi pelaku tidak langsung diketahui oleh warga sekitar.
3. Menyiram BBM dan Menyalakan Api
Setelah berhasil masuk ke dalam kamar, pelaku langsung menjalankan aksinya.
Ia menyiramkan bahan bakar ke tubuh kedua korban yang masih tertidur, kemudian menyulut api menggunakan kayu yang dibungkus kain. Dalam waktu singkat, api langsung membesar dan menyebar di dalam ruangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Sejumlah Kelompok Mahasiswa Tak Ikut Rencana Demo AMPB di Jakarta
-
Tidak Menyerah dengan Keadaan, Kisah Anak Penjual Bubur Raih Predikat Wisudawan Terbaik
-
Duh! 681 Kendaraan KDKMP Temanggung Sudah Tiba, Koperasi Belum Beroperasi
-
BMKG Petakan Kondisi Tanah hingga Kerusakan Pascagempa NTT
-
KPK Bongkar Modus Jual-Beli Kursi Unsoed: Rektor Beri Akses User ID untuk Loloskan Camaba