- Kereta Api Bangunkarta anjlok di emplasemen Stasiun Bumiayu, Brebes, pada Senin, 6 April 2026, sekitar pukul 14.15 WIB.
- Dua gerbong di belakang lokomotif keluar dari rel, namun seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa korban jiwa.
- Insiden ini melumpuhkan jalur kereta, sehingga KAI mengalihkan operasional perjalanan melalui rute utara guna memastikan kelancaran transportasi.
SuaraJawaTengah.id - Insiden anjloknya Kereta Api Bangunkarta pada Senin (6/4/2026) mengejutkan banyak pihak. Peristiwa yang terjadi di wilayah Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah ini sempat memicu kepanikan penumpang dan berdampak pada operasional perjalanan kereta di jalur tersebut.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini tetap menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan transportasi publik. Berikut rangkuman fakta penting yang perlu Anda ketahui dari insiden ini.
1. Kronologi Kejadian: Terjadi Saat Mendekati Stasiun
Peristiwa anjloknya Kereta Api Bangunkarta terjadi sekitar pukul 14.15 WIB. Saat itu, kereta tengah melaju dari Jombang menuju Pasar Senen dan hampir memasuki Stasiun Bumiayu.
Insiden terjadi tepat di titik KM 312+1, yakni di area wesel 21A dan 21B Emplasemen Bumiayu. Lokasi ini merupakan bagian penting dalam sistem rel karena berfungsi sebagai jalur perpindahan kereta.
Kondisi tersebut membuat kejadian ini cukup krusial karena terjadi di area teknis yang sensitif.
2. Dua Gerbong Keluar Rel, Tepat di Belakang Lokomotif
Dari rekaman video amatir yang beredar di media sosial, terlihat dua gerbong mengalami anjlok atau keluar dari jalur rel.
Posisi gerbong yang terdampak berada tepat di belakang lokomotif. Hal ini membuat dampak guncangan terasa cukup kuat di dalam rangkaian kereta.
Baca Juga: Dari Kebun ke Dapur, Petani Sayur Boyolali Temukan Harapan Baru Lewat MBG
Visual di lapangan juga menunjukkan posisi gerbong yang tidak sejajar dengan rel, menandakan adanya gangguan serius pada jalur atau roda kereta.
3. Penumpang Sempat Panik Akibat Getaran dan Benturan
Salah satu momen paling menegangkan dalam insiden ini adalah saat penumpang merasakan getaran keras yang disusul suara benturan.
Situasi di dalam kereta berubah drastis dalam hitungan detik. Dari kondisi normal, suasana menjadi tegang dan penuh kepanikan.
Beberapa penumpang dilaporkan langsung berusaha menyelamatkan diri dan mengikuti arahan petugas. Meski demikian, proses evakuasi berjalan relatif tertib.
4. Tidak Ada Korban Jiwa, Evakuasi Dilakukan Cepat
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Sejumlah Kelompok Mahasiswa Tak Ikut Rencana Demo AMPB di Jakarta
-
Tidak Menyerah dengan Keadaan, Kisah Anak Penjual Bubur Raih Predikat Wisudawan Terbaik
-
Duh! 681 Kendaraan KDKMP Temanggung Sudah Tiba, Koperasi Belum Beroperasi
-
BMKG Petakan Kondisi Tanah hingga Kerusakan Pascagempa NTT
-
KPK Bongkar Modus Jual-Beli Kursi Unsoed: Rektor Beri Akses User ID untuk Loloskan Camaba