Budi Arista Romadhoni
Selasa, 07 April 2026 | 07:21 WIB
Ilustrasi kereta bangunkarta anjlok di bumiayu. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Kereta Api Bangunkarta anjlok di emplasemen Stasiun Bumiayu, Brebes, pada Senin, 6 April 2026, sekitar pukul 14.15 WIB.
  • Dua gerbong di belakang lokomotif keluar dari rel, namun seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa korban jiwa.
  • Insiden ini melumpuhkan jalur kereta, sehingga KAI mengalihkan operasional perjalanan melalui rute utara guna memastikan kelancaran transportasi.

SuaraJawaTengah.id - Insiden anjloknya Kereta Api Bangunkarta pada Senin (6/4/2026) mengejutkan banyak pihak. Peristiwa yang terjadi di wilayah Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah ini sempat memicu kepanikan penumpang dan berdampak pada operasional perjalanan kereta di jalur tersebut.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini tetap menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan transportasi publik. Berikut rangkuman fakta penting yang perlu Anda ketahui dari insiden ini.

1. Kronologi Kejadian: Terjadi Saat Mendekati Stasiun

Peristiwa anjloknya Kereta Api Bangunkarta terjadi sekitar pukul 14.15 WIB. Saat itu, kereta tengah melaju dari Jombang menuju Pasar Senen dan hampir memasuki Stasiun Bumiayu.

Insiden terjadi tepat di titik KM 312+1, yakni di area wesel 21A dan 21B Emplasemen Bumiayu. Lokasi ini merupakan bagian penting dalam sistem rel karena berfungsi sebagai jalur perpindahan kereta.

Kondisi tersebut membuat kejadian ini cukup krusial karena terjadi di area teknis yang sensitif.

2. Dua Gerbong Keluar Rel, Tepat di Belakang Lokomotif

Dari rekaman video amatir yang beredar di media sosial, terlihat dua gerbong mengalami anjlok atau keluar dari jalur rel.

Posisi gerbong yang terdampak berada tepat di belakang lokomotif. Hal ini membuat dampak guncangan terasa cukup kuat di dalam rangkaian kereta.

Baca Juga: Dari Kebun ke Dapur, Petani Sayur Boyolali Temukan Harapan Baru Lewat MBG

Visual di lapangan juga menunjukkan posisi gerbong yang tidak sejajar dengan rel, menandakan adanya gangguan serius pada jalur atau roda kereta.

3. Penumpang Sempat Panik Akibat Getaran dan Benturan

Salah satu momen paling menegangkan dalam insiden ini adalah saat penumpang merasakan getaran keras yang disusul suara benturan.

Situasi di dalam kereta berubah drastis dalam hitungan detik. Dari kondisi normal, suasana menjadi tegang dan penuh kepanikan.

Beberapa penumpang dilaporkan langsung berusaha menyelamatkan diri dan mengikuti arahan petugas. Meski demikian, proses evakuasi berjalan relatif tertib.

4. Tidak Ada Korban Jiwa, Evakuasi Dilakukan Cepat

Load More