- Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah mendesak pemerintah meningkatkan kesejahteraan nelayan tradisional demi memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
- Pemerintah diharapkan menyediakan peralatan modern dan kebijakan zonasi yang berpihak kepada nelayan di Jawa Tengah agar berdaya saing.
- Nelayan didorong melakukan diversifikasi usaha melalui sinergi kebijakan dan pendampingan untuk meningkatkan Nilai Tukar Nelayan secara konsisten.
SuaraJawaTengah.id - Pemerintah dimintah tidak abai terhadap kesejahteraan masyarakat khususnya nelayan dan masyarakat pesisir.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah menegaskan bahwa peran nelayan sangat vital dalam mendukung ketahanan pangan, utamanya dalam memenuhi pasokan protein hewani.
“Namun, sebagian besar nelayan kita masih menggunakan peralatan tradisional dan belum memiliki wawasan tentang keberlanjutan sumber daya laut,” ungkapnya.
Selama ini, setiap tanggal 6 April diperingati sebagai Hari Nelayan Nasional. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jawa Tengah menduduki urutan kedua nasional dalam hal jumlah nelayan. Tercatat ada 249.342 nelayan di provinsi ini.
“Kita tentu ingin, agar Hari Nelayan ini menjadi tonggak bangkitnya nelayan tradisional dan masyarakat pesisir,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Kakung, sapaan akrab Sarif Abdillah, menekankan pentingnya kebijakan pemerintah dalam mendukung ekonomi biru yang berkelanjutan.
Pemerintah diharapkan memfasilitasi perlengkapan alat modern, termasuk peralatan tangkap yang lebih canggih dan kebijakan zona tangkap yang berpihak pada nelayan kecil.
“Banyak nelayan tidak bisa menjangkau perairan lebih dari 12 mil karena keterbatasan alat. Harus ada dukungan agar mereka bisa berdaya saing, karena kontribusi nelayan luar biasa besar untuk ketahanan pangan,” tegas Kakung.
Kakung tak menampik, ada sejumlah tantangan lain yang dihadapi nelayan, seperti minimnya diversifikasi usaha. Atas dasar itu dia mengajak agar nelayan tidak hanya mengandalkan tangkapan ikan, tetapi juga mengembangkan usaha lain seperti budidaya rumput laut dan produk perikanan lainnya.
Baca Juga: Dari Brebes hingga Sragen: Kredit Perumahan Rp2,3 Triliun Dorong Ekonomi Jateng
“Namun ini perlu adanya sinergi antara kebijakan pemerintah, pendampingan akademik, dan penguatan kapasitas nelayan,” beber legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Nilai Tukar Nelayan (NTN) di Jawa Tengah pada Februari 2026 sebesar 103,45. Adapun pada Maret sebesar 105,06.
"Tentu kita ingin NTN ini terus mengalami kenaikan, sebagai baromater bahwa nelayan bisa semakin sejahtera," tandas Kakung
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Waspada! Semarang Diguyur Hujan Ringan Hari Ini, Berpotensi Terjadi Cuaca Ekstrem
-
Cemburu Berujung Tragis, Pria di Jepara Bakar Mantan Istri dan Mertua, Ini Kronologi Lengkapnya
-
Viral Motor Terbakar di SPBU Semarang, Ini Kronologi dan Fakta di Baliknya
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Nelayan Tradisional: Sulit Melaut Akibat Keterbatasan Alat
-
Tragis! Konten Kreator Demak Tewas Saat Syuting di Sungai, Ini Kronologi Lengkapnya