- Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menindak tegas mafia dan pengusaha nakal yang menyalahgunakan subsidi gas LPG 3 kg.
- Pemerintah bekerja sama dengan aparat penegak hukum melakukan pengawasan ketat terhadap sektor usaha pengguna gas subsidi ilegal.
- Pertamina menjamin stok LPG di Jawa Tengah aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat dengan total 14.752 Metrik Ton.
SuaraJawaTengah.id - Genderang perang terhadap penyalahgunaan dan praktik ilegal gas LPG 3 kg di Jawa Tengah resmi ditabuh. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengeluarkan peringatan keras bagi para mafia, penimbun, hingga pengusaha nakal yang selama ini menikmati subsidi gas melon yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat miskin.
Ancaman ini dilontarkan langsung saat melakukan peninjauan kesiapan distribusi LPG di SPPBE Wijaya Sarana Gasindo, Karanganyar, pada Rabu (8/4). Bersama PT Pertamina Patra Niaga, Gubernur memastikan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam melihat hak rakyat kecil dirampas.
Ahmad Luthfi secara tegas memerintahkan seluruh jajarannya untuk turun ke lapangan dan memberantas praktik lancung tersebut. Ia juga memastikan telah menggandeng aparat penegak hukum untuk menindak tanpa pandang bulu.
“Kami juga meminta seluruh kepala daerah bersama TPID untuk aktif melakukan pengawasan di lapangan, termasuk menertibkan penggunaan LPG 3 kg di sektor usaha agar subsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak,” ujarnya dengan nada tegas.
Pesan ini secara spesifik ditujukan kepada sektor usaha seperti hotel, restoran, katering (horeka), dan laundry yang masih nekat menggunakan gas subsidi. Luthfi memastikan akan ada sidak dan penertiban, serta mendorong mereka untuk segera beralih ke LPG non-subsidi.
Tak hanya menyasar pengusaha nakal, Gubernur juga mengultimatum para spekulan dan pelaku pengoplosan gas.
"Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga meminta dukungan aparat penegak hukum untuk menindak tegas praktik ilegal yang merugikan masyarakat. Koordinasi dengan Polda Jawa Tengah terus diperkuat untuk mengungkap potensi penimbunan maupun pengoplosan LPG di wilayah Jawa Tengah," lanjutnya.
Di tengah gertakan keras tersebut, Luthfi juga berusaha menenangkan masyarakat. Ia menjamin bahwa stok LPG di seluruh Jawa Tengah dalam kondisi sangat aman, sehingga warga tidak perlu panik atau melakukan pembelian berlebihan (*panic buying*).
“Masyarakat tidak perlu khawatir, dipastikan tidak ada penimbunan, distribusi berjalan dengan baik dan terpantau,” tambahnya.
Baca Juga: Cuan Rp1 Miliar Per Bulan dari Oplos LPG Subsidi, Sindikat di Jateng Akhirnya Dibekuk Polisi!
Jaminan ketersediaan stok ini diperkuat oleh data dari Pertamina. Executive General Manager Regional Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto, melaporkan bahwa ketahanan stok LPG di Jawa Tengah mencapai 14.752 Metrik Ton (MT).
“Kami memastikan penyaluran LPG berjalan optimal dengan stok yang aman, termasuk di Karanganyar. Pertamina juga terus meningkatkan pengawasan di lapangan serta mengimbau masyarakat untuk membeli di pangkalan resmi agar harga sesuai HET dan distribusi tetap terjaga,” jelas Fanda.
Khusus untuk wilayah Karanganyar sendiri, alokasi harian LPG 3 kg tercatat sebesar 143,8 MT, jumlah yang dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jika distribusinya berjalan tepat sasaran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
KDM di Undip: Lebih Baik jadi Akang tapi Menyenangkan, daripada jadi Bapak Kerjanya Naikin Pajak
-
Hadapi Musim Hujan, Semarang Siagakan 119 Pompa, Pengerukan 5 Lokasi Dikebut
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan, BRILink Agen Jangkau 60.000 Desa di Indonesia
-
Minta Maaf ke Warga Cilacap, Bupati Nonaktif Syamsul Auliya Rachman Bantah Terlibat Pengumpulan THR
-
Suhu Semarang Diprakirakan Tembus 36 Derajat, Warga Perlu Antisipasi Cuaca Siang Hari