- Konflik geopolitik global memicu lonjakan harga plastik yang meningkatkan biaya operasional bagi pelaku UMKM di Pekalongan.
- Pedagang es teller di Desa Bebel menghadapi dilema antara menaikkan harga jual atau menanggung kerugian finansial.
- Penggunaan daun pisang sebagai kemasan inovatif berhasil menekan biaya produksi sekaligus menarik minat pelanggan di daerah.
SuaraJawaTengah.id - Kenaikan harga plastik yang dipicu kondisi global kini mulai dirasakan hingga ke pelaku UMKM di daerah. Di Desa Bebel, Kecamatan Wonokerto, Pekalongan, para pedagang es teller harus memutar otak agar tetap bertahan di tengah tekanan biaya produksi.
Salah satu pedagang bahkan mengambil langkah tak biasa: mengganti kemasan plastik dengan daun pisang. Inovasi sederhana ini ternyata menyimpan banyak cerita menarik di baliknya. Berikut 5 fakta penting yang perlu kamu tahu sebagaimana dikutip dari Instagram @pekalonganinfo:
1. Harga Plastik Melonjak, UMKM Kena Imbas
Kenaikan harga plastik disebut-sebut dipicu oleh konflik geopolitik global yang melibatkan negara-negara besar seperti Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
Dampaknya, harga bahan baku kemasan ikut melonjak dan memberatkan pelaku usaha kecil. Para pedagang es teller di Pekalongan mengaku kondisi ini membuat biaya operasional semakin tinggi.
Situasi ini menjadi tantangan serius karena UMKM berada di posisi paling rentan terhadap fluktuasi harga bahan baku.
2. Pedagang Dihadapkan pada Dilema Harga
Kenaikan biaya tidak serta-merta bisa dibebankan kepada konsumen. Pedagang justru menghadapi dilema besar: menaikkan harga atau menanggung kerugian.
Di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, menaikkan harga berisiko membuat pelanggan berkurang. Namun jika harga tetap, margin keuntungan terus tergerus inflasi.
Baca Juga: Tak Cukup Hanya Kuratif, Sarif Abdillah Ungkap Kunci Sehat Masyarakat Jateng: Fokus ke Preventif!
Kondisi ini mencerminkan tekanan nyata yang dihadapi pelaku usaha kecil di tengah ketidakpastian ekonomi global.
3. Inovasi Daun Pisang Jadi Solusi Kreatif
Alih-alih menyerah, seorang pedagang es teller di Desa Bebel mencoba solusi inovatif dengan mengganti plastik menggunakan daun pisang.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan biaya operasional sekaligus mempertahankan harga jual agar tetap terjangkau bagi pelanggan.
Penggunaan daun pisang bukan hal baru dalam tradisi kuliner Indonesia, namun penerapannya pada minuman seperti es teller menjadi sesuatu yang unik dan menarik perhatian.
4. Lebih Ramah Lingkungan dan Bernilai Tradisional
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Sabun Kojie San untuk Wajah atau Badan? Simak Kegunaan dan Kandungannya
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Kendal Tornado FC vs PSBS Biak: Respek ke Lawan, Stefan Keeltjes Minta Pemain Jaga Motivasi
-
Yuk, Ajak Orang Terkasih Nonton Bareng Pakai Promo BRI Buy 1 Get 2 Ticket di The Premiere XXI
-
BRI dan Prodia Dukung Gaya Hidup Sehat Melalui Exclusive Healthcare Services
-
Penyerapan Gabah Bulog Jateng Tembus 108,43 Persen dari Target Tahunan
-
Siswa Sekolah Rakyat di Pati Dikeroyok 14 Teman hingga Gigi Copot, Korban Ngaku Diminta Bungkam