- Polda Metro Jaya menggerebek gudang produksi narkoba jenis ekstasi di kawasan Mijen, Semarang, pada 10 April 2026.
- Lokasi tersembunyi di permukiman sepi tersebut dipilih pelaku untuk memproduksi narkoba secara ilegal selama masa libur Lebaran.
- Petugas mengamankan mesin produksi serta bahan baku narkoba yang sebelumnya disamarkan dengan aktivitas warga di dalam gudang.
SuaraJawaTengah.id - Penggerebekan sebuah gudang di kawasan Mijen, Semarang, mengungkap aktivitas ilegal yang selama ini tersembunyi di tengah permukiman warga. Tanpa tanda mencurigakan, lokasi tersebut ternyata diduga menjadi tempat produksi narkoba jenis ekstasi.
Kasus ini membuka banyak fakta yang tidak hanya mengejutkan, tetapi juga menunjukkan bagaimana aktivitas ilegal bisa berjalan di lingkungan yang terlihat biasa saja.
Berikut 5 fakta penting yang terungkap.
1. Lingkungan Sepi Jadi Kedok Aktivitas Ilegal
Gudang yang digerebek berada di Gang Jati Asri, Kelurahan Wonolopo, sebuah area permukiman yang relatif sepi dan jauh dari keramaian.
Lokasinya berada di bagian ujung, berdampingan dengan semak-semak dan minim lalu lalang warga. Kondisi ini diduga menjadi alasan kuat mengapa lokasi tersebut dipilih sebagai tempat produksi.
2. Penggerebekan Langsung oleh Polda Metro Jaya
Operasi penggerebekan dilakukan oleh tim dari Polda Metro Jaya pada Jumat pagi, 10 April 2026 sekitar pukul 08.00 WIB.
Keterlibatan langsung aparat dari luar daerah ini mengindikasikan bahwa kasus tersebut bukan perkara kecil, melainkan kemungkinan bagian dari jaringan narkoba yang lebih luas.
Baca Juga: Waspada! Semarang Diguyur Hujan Ringan Hari Ini, Berpotensi Terjadi Cuaca Ekstrem
Kedatangan aparat secara tiba-tiba juga membuat warga sekitar terkejut karena tidak ada informasi sebelumnya.
3. Gudang Terlihat Normal dan Sempat Digunakan Warga
Salah satu fakta yang paling mengejutkan adalah fungsi gudang tersebut sebelumnya terlihat sangat biasa.
Menurut Ketua RT setempat, bangunan itu sempat digunakan untuk berbagai aktivitas warga, mulai dari senam hingga kegiatan sederhana seperti mencacah pakan ternak.
“Kadang juga pintunya bukaan… di dalam juga kosong tidak ada apa-apa,” ungkap Ketua RT, Atok kepada awak media
Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada indikasi kuat yang membuat warga curiga terhadap aktivitas di dalam gudang tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku
-
Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR
-
Bukan Sekadar Pintar, Ini Tantangan Terberat Pemimpin Muda di Era Digital Menurut Gus Yasin
-
Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter