Budi Arista Romadhoni
Senin, 13 April 2026 | 07:38 WIB
Ilustrasi penggerebekan Pabrik Ekstasi di Semarang. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya menggerebek gudang produksi narkoba jenis ekstasi di kawasan Mijen, Semarang, pada 10 April 2026.
  • Lokasi tersembunyi di permukiman sepi tersebut dipilih pelaku untuk memproduksi narkoba secara ilegal selama masa libur Lebaran.
  • Petugas mengamankan mesin produksi serta bahan baku narkoba yang sebelumnya disamarkan dengan aktivitas warga di dalam gudang.

SuaraJawaTengah.id - Penggerebekan sebuah gudang di kawasan Mijen, Semarang, mengungkap aktivitas ilegal yang selama ini tersembunyi di tengah permukiman warga. Tanpa tanda mencurigakan, lokasi tersebut ternyata diduga menjadi tempat produksi narkoba jenis ekstasi.

Kasus ini membuka banyak fakta yang tidak hanya mengejutkan, tetapi juga menunjukkan bagaimana aktivitas ilegal bisa berjalan di lingkungan yang terlihat biasa saja.

Berikut 5 fakta penting yang terungkap.

1. Lingkungan Sepi Jadi Kedok Aktivitas Ilegal

Gudang yang digerebek berada di Gang Jati Asri, Kelurahan Wonolopo, sebuah area permukiman yang relatif sepi dan jauh dari keramaian.

Lokasinya berada di bagian ujung, berdampingan dengan semak-semak dan minim lalu lalang warga. Kondisi ini diduga menjadi alasan kuat mengapa lokasi tersebut dipilih sebagai tempat produksi.

2. Penggerebekan Langsung oleh Polda Metro Jaya

Operasi penggerebekan dilakukan oleh tim dari Polda Metro Jaya pada Jumat pagi, 10 April 2026 sekitar pukul 08.00 WIB.

Keterlibatan langsung aparat dari luar daerah ini mengindikasikan bahwa kasus tersebut bukan perkara kecil, melainkan kemungkinan bagian dari jaringan narkoba yang lebih luas.

Baca Juga: Waspada! Semarang Diguyur Hujan Ringan Hari Ini, Berpotensi Terjadi Cuaca Ekstrem

Kedatangan aparat secara tiba-tiba juga membuat warga sekitar terkejut karena tidak ada informasi sebelumnya.

3. Gudang Terlihat Normal dan Sempat Digunakan Warga

Salah satu fakta yang paling mengejutkan adalah fungsi gudang tersebut sebelumnya terlihat sangat biasa.

Menurut Ketua RT setempat, bangunan itu sempat digunakan untuk berbagai aktivitas warga, mulai dari senam hingga kegiatan sederhana seperti mencacah pakan ternak.

“Kadang juga pintunya bukaan… di dalam juga kosong tidak ada apa-apa,” ungkap Ketua RT, Atok kepada awak media

Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada indikasi kuat yang membuat warga curiga terhadap aktivitas di dalam gudang tersebut.

Load More