- Seorang balita berusia 1,5 tahun mengalami hipotermia saat mendaki Gunung Ungaran, Jawa Tengah, pada Sabtu, 11 April 2026.
- Perubahan cuaca ekstrem berupa hujan deras di puncak Bondolan memicu penurunan kondisi kesehatan fisik balita tersebut secara drastis.
- Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban dengan cepat sehingga nyawa balita tersebut selamat dan kondisi fisiknya kembali stabil.
SuaraJawaTengah.id - Sebuah momen menegangkan terjadi di jalur pendakian Gunung Ungaran, Jawa Tengah, Sabtu, 11 April 2026. Seorang balita berusia 1,5 tahun dilaporkan mengalami hipotermia saat berada di kawasan puncak Bondolan usai diguyur hujan deras.
Beruntung, tim SAR gabungan yang tengah bersiaga di lokasi langsung bergerak cepat memberikan pertolongan. Nyawa sang balita pun berhasil diselamatkan.
Berikut lima fakta penting di balik peristiwa dramatis tersebut sebagaimana dikutip dari Instagram @diengpost dan @batanghelp beberapa waktu lalu.
1. Balita 1,5 Tahun Mengalami Hipotermia di Puncak Gunung
Korban diketahui bernama Lan Lan, balita perempuan berusia 1,5 tahun asal Tembalang, Semarang.
Saat kejadian, korban berada di jalur pendakian Gunung Ungaran bersama kedua orang tuanya. Mereka berhasil mencapai puncak sekitar pukul 14.00 WIB.
Namun, kondisi sang balita tiba-tiba memburuk setelah cuaca berubah ekstrem. Ia terus menangis dan menunjukkan tanda-tanda kedinginan yang tidak biasa, yang kemudian diketahui sebagai gejala hipotermia.
2. Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu Utama
Peristiwa ini dipicu oleh perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak di area puncak.
Baca Juga: Kejahatan Sadis di Semarang, Penjambretan Brutal Terekam CCTV, Wajah Korban Robek 17 Jahitan
Hujan deras disertai suhu dingin yang menusuk membuat kondisi tubuh balita menurun drastis dalam waktu singkat. Lingkungan terbuka di ketinggian mempercepat penurunan suhu tubuh, terutama pada anak kecil yang lebih rentan.
Situasi ini menjadi bukti bahwa kondisi alam di gunung dapat berubah dengan cepat dan berpotensi membahayakan, terutama bagi pendaki yang membawa anak.
3. Tim SAR Langsung Gerak Cepat di Lokasi
Keberuntungan berpihak pada korban karena saat kejadian, tim SAR gabungan dari Basarnas sedang melaksanakan siaga khusus dalam kegiatan Semarang Mountain Race.
Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak menuju lokasi di kawasan puncak Bondolan tanpa menunda waktu.
Penanganan awal dilakukan langsung di tempat kejadian dengan fokus utama menstabilkan kondisi tubuh korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
GIIAS Semarang 2026 Bidik Pasar Jateng, 19 Merek Siap Pamer Teknologi Baru
-
PAD Jateng Baru 62,9 Persen, Masih Kurang Rp5,9 Triliun untuk Kejar Target 2026
-
Bhimasena Run for Whale Shark 2026: Saat Langkah Kaki Membawa Pesan untuk Laut
-
Semen Gresik Kolaborasi Bersama Warga Desa Pasucen, Gotong Royong Bersihkan Aliran Mata Air Brubulan
-
Pencarian Semalaman Berakhir Tragis, Siswa SMK Ditemukan Tewas 50 Meter dari Pantai Jatisari Rembang