- Tiga juru parkir liar diamankan polisi setelah memungut tarif sebesar Rp40 ribu kepada wisatawan di Kota Lama Semarang.
- Kejadian pada 13 April 2026 tersebut viral di media sosial karena tarif parkir jauh melebihi ketentuan resmi.
- Polsek Semarang Tengah melakukan pemeriksaan dan memberikan pembinaan kepada para pelaku agar tidak mengulangi praktik pungutan liar.
Dalam pengakuannya, Susanto juga menyebut bahwa dirinya hanya mengikuti kebiasaan rekan-rekannya di lapangan. Ia tidak menetapkan tarif sendiri, melainkan ikut-ikutan dengan tarif yang dipatok oleh teman-temannya.
“Teman-teman segitu, saya ikut-ikut,” ungkapnya.
7. Tiga Orang Diamankan, Proses Pembinaan Berjalan
Selain Susanto, dua orang lainnya turut diamankan oleh pihak kepolisian, yakni Ravis Firmansyah (24) dan Wahyu AS (25). Ketiganya diduga terlibat dalam praktik pungutan liar di kawasan Pringsewu, Kota Lama Semarang.
Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Sugito, menyatakan bahwa pihaknya langsung bergerak setelah video tersebut viral. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah petugas parkir di lokasi dan menemukan adanya praktik serupa.
Meski demikian, pihak kepolisian masih mengedepankan pendekatan pembinaan sebagai langkah awal. Namun, peringatan tegas tetap diberikan kepada para pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa praktik pungutan liar, sekecil apa pun, dapat berdampak besar jika terjadi di ruang publik. Selain merugikan secara materi, kejadian seperti ini juga berpotensi menurunkan kenyamanan dan rasa aman bagi masyarakat.
Di sisi lain, kejadian ini juga menunjukkan pentingnya kesadaran individu dalam menjalankan tanggung jawab, terutama dalam pelayanan kepada publik. Kelalaian, kebiasaan yang salah, hingga kurangnya pemahaman aturan dapat berujung pada konsekuensi hukum.
Hingga saat ini, proses penanganan masih berlangsung di Mapolsek Semarang Tengah. Pihak kepolisian terus mengingatkan bahwa setiap bentuk pelanggaran akan ditindak sesuai aturan yang berlaku, terlebih jika merugikan masyarakat luas.
Baca Juga: Duh! Gedung Bersejarah di Kota Lama Semarang Roboh
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan