- Pasangan penjual gudeg asal Sleman, Rahudin dan Siti Koringah, dijadwalkan berangkat menunaikan ibadah haji pada 24 April 2026.
- Keberangkatan tersebut tercapai berkat konsistensi menabung dari keuntungan berjualan gudeg yang mereka rintis sejak tahun 2009 silam.
- Pasangan ini mempersiapkan fisik, mental, serta wawasan ibadah sebelum berangkat ke tanah suci demi menjalankan rukun Islam kelima.
SuaraJawaTengah.id - Tekad yang kuat mampu mengantarkan siapa saja menuju Tanah Suci, tak terkecuali bagi pasangan suami istri penjual gudeg asal Yogyakarta, Rahudin Hasan (61) dan Siti Koringah (52).
Meski mengawali langkah dari kondisi ekonomi yang sulit, pasangan ini dijadwalkan berangkat ke Baitullah pada 24 April 2026 mendatang. Hal itu tak terlepas dari kesabaran dan ketekunan mereka dalam menabung belasan tahun.
Bermodal Utang dan Pohon Rambutan
Perjalanan Rahudin dimulai dari sebuah keberanian besar pada tahun 2009. Saat itu, ia masih berstatus sebagai tenaga kebersihan di sebuah sekolah dasar.
Namun, penghasilannya saat itu dirasa tidak cukup untuk menghidupi keluarga dan membiayai sekolah anaknya.
Rahudin menceritakan bahwa ia harus meminjam uang sebesar satu juta rupiah sebagai modal awal untuk berjualan. Tanpa ruko permanen, ia menggelar dagangannya dengan tenda sederhana di bawah pohon rambutan di kawasan Banjeng, Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Sleman.
"Pertama kali saya jualan itu tahun 2009. Waktu itu merintisnya di bawah pohon rambutan sini, belum ada ruko ini," kata Rahudin, Jumat (17/4/2026).
Kondisi ekonomi yang mendesak itu bukan tak mematahkan semangatnya tapi pemantik untuk bertumbuh.
Ketika itu ia merasa gaji bulanannya hanya mampu bertahan untuk kebutuhan dua minggu saja. Sementara kebutuhan biaya sehari-hari hingga pendidikan anak semakin meningkat.
Baca Juga: Akui Banyak Kenangan, Try Hamdani dan KH Yudo Termotivasi Lawan PSS Sleman
"Bukan butuh tambahan lagi tapi gaji sebulan itu cuma bisa untuk hidup dua minggu. Kemudian anak saya kan waktu itu kelas 6 SD, mau masuk SMP. Pikir apa, gimana ini mau masuk SMP nggak punya uang sama sekali. Kemudian kita beranikan diri jualan gudeg," kenangnya.
Konsistensi Menabung Dua Dekade
Gayung bersambut, dagangan gudeg buatannya perlahan mulai dikenal oleh masyarakat. Rahudin dan Siti mulai memantapkan niat untuk mendaftar haji pada tahun 2012.
Uang pendaftaran awal sebesar Rp25 juta per orang mereka kumpulkan dari hasil menyisihkan keuntungan harian selama tiga tahun.
Siti Koringah membeberkan rahasia dapur keuangan mereka. Ia mengaku selalu telaten menyisihkan uang receh hasil kembalian belanja maupun keuntungan harian, meski jumlahnya tidak menentu.
"Kira-kira ya Rp100 ribu tiap hari. Ya alhamdulillah itu kan ada tambahan dari titipan snack-snack itu juga bisa alhamdulillah itu juga bisa nambah-nambah untuk nabung," tutur Siti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo
-
Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo
-
Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu
-
20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI
-
UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris