- FIFA menjatuhkan sanksi larangan pendaftaran pemain selama tiga periode bursa transfer kepada PSIS Semarang pada akhir Mei 2026.
- Hukuman tersebut muncul akibat sengketa keuangan atau tunggakan gaji pemain era manajemen lama sebelum masa kepemilikan baru.
- Manajemen baru PSIS sedang berupaya melunasi utang lama agar sanksi dicabut dan tim dapat menambah pemain demi promosi.
SuaraJawaTengah.id - Awan hitam seolah enggan bergeser dari langit PSIS Semarang. Belum kering luka para suporter setelah melihat tim kesayangannya terdegradasi dari kasta tertinggi ke Liga 2 Championship, klub berjuluk Mahesa Jenar ini justru dihantam "bom waktu" berupa sanksi brutal dari federasi sepak bola dunia, FIFA.
Tak tanggung-tanggung, FIFA menjatuhkan sanksi registration ban (larangan mendaftarkan pemain baru) sebanyak dua kali berturut-turut hanya dalam waktu 24 jam! Sanksi pertama mendarat pada 28 Mei 2026, disusul sanksi kedua pada 29 Mei 2026.
Akibat keapesan ini, PSIS dilarang belanja dan mendaftarkan pemain baru selama tiga periode bursa transfer ke depan. Sebuah hantaman maut bagi tim yang sebenarnya sedang menyusun kekuatan untuk promosi kembali ke Liga 1 Super League.
Ironi Investor Baru: Operasional Bersih, Tapi Harus Bayar "Utang Goib"
Ironisnya, petaka ini datang justru saat internal PSIS sedang rapi-rapinya. Setelah krisis finansial hebat pada musim 2024/2025 yang membuat pemilik lama, Yoyok Sukawi, melepas mayoritas sahamnya, PSIS sebenarnya sudah mendapat angin segar di bawah kendali pemilik baru, CEO Datu Nova Fatmawati dan COO Fariz Julinar.
Manajemen baru mengklaim seluruh hak pemain di era mereka sudah lunas tanpa cela. Namun, mereka kini harus menanggung getah dari sengketa keuangan manajemen lama yang menunggak gaji pemain atau ofisial terdahulu.
Asisten Manajer PSIS Semarang, Reza, mengaku pihaknya kini harus sibuk melakukan investigasi mandiri untuk mencari tahu siapa "aktor" di masa lalu yang melaporkan klub ke FIFA.
"Kami masih kroscek karena selama kepemilikan Pak Fariz dan Bu Datu, semua pemain, pelatih, dan official selalu mendapatkan hak-haknya. Ini kan terkait laporan dari pemain-pemain yang lama. Kita masih proses untuk bisa tahu pelaporan dari siapa dan kasusnya apa," tutur Reza dikutip Ayosemarang.com.
Manajemen Berpacu dengan Waktu
Baca Juga: Rafinha Merapat ke PSIS: Strategi Jitu Laskar Mahesa Jenar Perkuat Lini Depan
Chief Operating Officer (COO) PSIS Semarang, Fariz Julinar, mengonfirmasi bahwa manajemen sudah mendeteksi surat cinta dari FIFA tersebut sejak beberapa hari lalu.
"Untuk masalah FIFA, saya sudah mengetahui beberapa hari lalu ya. Pihak manajemen sedang proses menyelesaikan sengketa yang ada agar ke depan tidak mengganggu kesiapan tim kita untuk mencapai target," tegas Fariz, Selasa (2/6/2026).
Rekam Jejak "Penyakit Lama" PSIS Semarang
Hukuman ini seperti dejavu yang menyakitkan. Menjelang musim kompetisi 2025/2026 lalu, PSIS juga sempat terkena dua sanksi serupa akibat carut-marut administrasi keuangan.
Kini, suntikan dana segar dari investor baru yang harusnya dipakai untuk membeli pemain bintang demi tiket promosi, terpaksa dialokasikan untuk melunasi utang-utang lama agar sanksi FIFA bisa segera dicabut. Jika sengketa ini gagal diselesaikan cepat, PSIS dipastikan harus mengarungi ketatnya Liga 2 Championship dengan skuad seadanya tanpa pilar baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama