- Video viral menampilkan 183 siswa SD melakukan field trip menggunakan pesawat Garuda Indonesia ke Jakarta sebagai agenda tahunan.
- Program yang berjalan sejak 2011 ini bertujuan memberikan edukasi langsung mengenai moda transportasi dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan siswa.
- Sekolah memfasilitasi biaya sebesar Rp3 juta melalui program tabungan siswa sejak kelas satu agar tidak menjadi beban finansial.
SuaraJawaTengah.id - Viral di media sosial, sebuah video memperlihatkan rombongan siswa sekolah dasar yang melakukan field trip dengan cara yang tidak biasa. Mereka bukan naik bus atau kereta, melainkan terbang menggunakan maskapai nasional Garuda Indonesia.
Sekilas terlihat seperti kemewahan atau bahkan ajang pamer. Namun setelah ditelusuri lebih dalam, kegiatan ini ternyata memiliki latar belakang edukatif yang cukup kuat dan sudah berlangsung lama.
Berikut 7 fakta sebenarnya di balik viralnya field trip ini.
1. Sudah Viral di Media Sosial dan Jadi Sorotan Publik
Video tersebut ramai diperbincangkan setelah diunggah oleh akun Instagram @surakartakita.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat satu unit pesawat dipenuhi rombongan siswa berseragam yang duduk rapi di kursi penumpang. Beberapa di antaranya melambaikan tangan sambil tersenyum ke arah kamera, menunjukkan suasana yang penuh antusias.
Unggahan ini langsung menarik perhatian publik. Banyak warganet yang kagum, tidak sedikit juga yang mempertanyakan bagaimana kegiatan seperti ini bisa dilakukan oleh sebuah sekolah dasar.
Di balik viralnya video tersebut, pihak sekolah memastikan bahwa kegiatan ini bukan hal baru.
Kepala sekolah, Dwi Wuryandari, menjelaskan bahwa program field trip menggunakan pesawat sudah berjalan sejak tahun 2011.
Baca Juga: 7 Fakta Penggeledahan Koperasi BLN Salatiga Terkait Kasus Penipuan Investasi
Artinya, kegiatan ini sudah menjadi bagian dari agenda tahunan selama kurang lebih 15 tahun, khusus untuk siswa kelas 5. Jadi, apa yang terlihat viral hari ini sebenarnya hanyalah potongan dari program yang sudah lama berjalan secara konsisten.
2. Rombongan Besar, Total 183 Orang
Jumlah peserta dalam kegiatan tahun ini tergolong cukup besar.
Total rombongan mencapai 183 orang, terdiri dari 168 siswa dari enam rombongan belajar, serta sejumlah guru pendamping yang ikut mengawasi perjalanan.
Karena kapasitas pesawat tidak memungkinkan untuk menampung seluruh rombongan dalam satu penerbangan, pihak sekolah akhirnya membagi keberangkatan menjadi dua jalur. Sebagian berangkat dari Bandara Ahmad Yani Semarang. Sebagian lainnya dari Yogyakarta International Airport
Yang menarik, satu pesawat dari Semarang benar-benar dicarter penuh khusus untuk rombongan siswa ini.
3. Berawal dari Materi Pelajaran, Bukan Sekadar Jalan-Jalan
Banyak yang mengira kegiatan ini hanya bentuk rekreasi atau liburan sekolah. Namun faktanya, program ini berangkat dari kebutuhan pembelajaran di kelas.
Saat siswa kelas 5 mempelajari materi tentang moda transportasi, muncul ide untuk memberikan pengalaman langsung, bukan hanya teori.
Melalui kegiatan ini, siswa dapat merasakan secara nyata proses perjalanan udara. Mereka belajar mulai dari prosedur di bandara, pemeriksaan keamanan, penggunaan tiket, hingga pengalaman boarding ke dalam pesawat.
Pendekatan ini membuat pembelajaran menjadi lebih hidup, karena siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengalaminya secara langsung.
4. Pengalaman Langka: Siswa Masuk ke Kokpit Pesawat
Salah satu momen yang paling berkesan dalam kegiatan ini adalah ketika beberapa siswa diberi kesempatan untuk masuk ke dalam kokpit.
Di ruang kendali pesawat tersebut, mereka diperkenalkan dengan berbagai instrumen penting yang digunakan oleh pilot saat menerbangkan pesawat.
Pengalaman ini tentu tidak bisa didapatkan dalam kegiatan belajar biasa. Hal ini juga menjadi bukti bahwa pihak maskapai Garuda Indonesia memberikan dukungan khusus karena hubungan yang sudah terjalin cukup lama dengan pihak sekolah.
5. Tidak Hanya Wisata, Tapi Juga Edukasi Kebangsaan
Setibanya di Jakarta, kegiatan siswa tidak berhenti pada perjalanan udara saja. Mereka mengunjungi sejumlah tempat penting yang memiliki nilai edukasi tinggi, seperti Gedung DPR-MPR RI, Kantor PP Muhammadiyah dan Masjid Istiqlal.
Kunjungan ke Gedung DPR-MPR menjadi bagian dari pembelajaran wawasan kebangsaan. Siswa dapat melihat langsung bagaimana lembaga negara bekerja, memahami fungsi DPR dan MPR, serta mengenal ruang-ruang penting yang selama ini hanya mereka lihat di buku.
Dengan melihat langsung, diharapkan siswa memiliki pemahaman yang lebih kuat sekaligus tumbuh rasa cinta terhadap tanah air.
6. Biaya Sekitar Rp3 Juta, Disiapkan Sejak Awal
Salah satu hal yang juga menjadi perhatian publik adalah biaya kegiatan ini.
Untuk mengikuti seluruh rangkaian field trip, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp3 juta per siswa.
Namun pihak sekolah sudah merancang sistem agar biaya ini tidak menjadi beban mendadak bagi orang tua. Sejak siswa berada di kelas 1, sekolah menyediakan program tabungan khusus untuk persiapan field trip.
Orang tua diberikan kebebasan dalam menentukan nominal tabungan. Jika belum mencukupi, bisa dilunasi menjelang keberangkatan. Jika ada kelebihan, dana tersebut akan dikembalikan atau dimanfaatkan sebagai kebutuhan tambahan siswa.
7. Lebih dari Sekadar Field Trip, Ini Pembentukan Karakter
Di balik seluruh rangkaian kegiatan ini, tujuan utamanya bukan sekadar memberikan pengalaman naik pesawat atau jalan-jalan ke Jakarta.
Pihak sekolah menekankan bahwa program ini dirancang untuk membentuk karakter siswa.
Selama perjalanan, siswa dilatih untuk Mandiri dalam mengatur waktu, Disiplin dalam mengikuti jadwal, Bertanggung jawab terhadap diri sendiri, Menjalankan ibadah dengan tertib dan Mengenal nilai kebangsaan secara langsung.
Apa yang terlihat sebagai pengalaman “wah” di permukaan, sebenarnya adalah bagian dari pendekatan pendidikan berbasis pengalaman yang dirancang secara matang.
Fenomena ini menjadi menarik karena membuka perspektif baru tentang cara belajar yang lebih kontekstual dan aplikatif.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Gebrakan PKB Jateng: 819 Kader Jalani Fit and Proper Test Demi Mesin Politik 2029!
-
Alarm Darurat Kampus! Mahasiswa UNNES-PMII Salatiga Gerak Cepat Lawan Kekerasan Seksual
-
Ditresnarkoba Polda Jateng Bongkar Jaringan Obat Terlarang di Pekalongan, Ribuan Pil Disita
-
Bejat! 7 Fakta Ayah di Cilacap Hamili Anak Kandung, Terungkap saat Korban Melahirkan di Kamar Mandi
-
Tiket Haji Disarankan jadi Mas Kawin Pernikahan, Ini 7 Fakta yang Perlu Diketahui