- Seorang peserta UTBK 2026 di Universitas Diponegoro Semarang tertangkap melakukan kecurangan menggunakan alat logam yang ditanam dalam telinganya.
- Panitia membawa pelaku ke RSND untuk penanganan medis karena alat bantu pengerjaan soal tersebut terpasang sangat dalam.
- Akibat tindakan tersebut, pelaku didiskualifikasi dari ujian dan diserahkan kepada pihak kepolisian Polsek Tembalang untuk proses hukum.
SuaraJawaTengah.id - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang diwarnai sebuah insiden kecurangan dengan modus yang terbilang sangat nekat dan canggih.
Seorang peserta harus menelan pil pahit setelah aksinya terbongkar, yang tidak hanya membuatnya gagal ujian tetapi juga harus berurusan dengan aparat kepolisian.
Kasus ini menjadi viral bukan hanya karena aksi curangnya, tetapi juga karena serangkaian fakta mengejutkan di baliknya, mulai dari cara pendeteksian hingga penanganan akhir yang tegas. Berikut adalah tiga fakta mencengangkan dari kasus kecurangan UTBK di Undip yang berhasil dirangkum.
1. Terbongkar Metal Detector, Tanam Logam di Telinga
Aksi peserta ini pertama kali terendus bukan oleh pengawas di dalam ruangan, melainkan oleh alat keamanan di pintu masuk. Wakil Rektor I Undip, Prof. Heru Susanto, menjelaskan bahwa protokol pemeriksaan ketat menggunakan metal detector menjadi kunci terbongkarnya modus ini.
"Kecurangan kami deteksi pagi ini. Terdapat salah satu peserta terdeteksi oleh metal detector dan setelah diperiksa ternyata terdapat logam di dalam bajunya," tutur Prof. Heru, dikutip dari media patner Suara.com, Ayosemarang.com, Rabu (22/4/2026).
Kecurigaan awal dari logam di baju menuntun panitia untuk melakukan pemeriksaan lebih detail. Dari sanalah ditemukan kejanggalan utama: peserta tersebut ternyata menanamkan material logam di dalam kedua telinganya.
2. Mesti Dibawa ke Dokter THT untuk Pelepasan Alat
Fakta yang membuat kasus ini semakin dramatis adalah tingkat kesulitan untuk melepaskan alat yang ditanam. Panitia tidak bisa serta-merta mencabut benda asing tersebut karena terpasang terlalu dalam dan berisiko membahayakan peserta. Akhirnya, keputusan diambil untuk membawanya ke profesional medis.
Baca Juga: Sikap Tegas Undip di Kasus Pengeroyokan Mahasiswa: Hormati Proses Hukum, Sanksi Berat Menanti
Peserta tersebut digiring ke Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) untuk mendapatkan penanganan di klinik Telinga Hidung Tenggorokan (THT).
"Hasilnya, di kedua telinga kanan dan kiri ditemukan material logam yang kami duga untuk membantu pengerjaan UTBK oleh pihak luar," imbuh Prof. Heru. Langkah ini membuktikan bahwa kecurangan tersebut telah dipersiapkan secara matang dan berisiko tinggi.
3. Tak Cuma Gagal Ujian, Langsung Diserahkan ke Polisi
Sanksi bagi pelaku tidak berhenti pada diskualifikasi dari kepesertaan UTBK. Undip menunjukkan keseriusan dan sikap tanpa kompromi dengan membawa kasus ini ke ranah hukum. Ini menjadi pesan keras bagi siapa pun yang berniat mencoba-coba berbuat curang.
Setelah proses pemeriksaan medis selesai, peserta tersebut langsung diserahkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk diproses lebih lanjut.
"Pelaku tindak kecurangan ini kami serahkan ke Aparat Penegak Hukum (APH), Polsek Tembalang, sebagaimana prosedur yang harus kami jalankan. Untuk selanjutnya, terkait pelaku kecurangan menjadi kewenangan APH," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo
-
Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo
-
Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu
-
20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI
-
UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris