Budi Arista Romadhoni
Kamis, 23 April 2026 | 06:17 WIB
Suasana diskusi membahas zakat di era digital di Semarang, Rabu (23/4/2026). [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Lembaga Baitul Maal Hidayatullah dan PT Nusantara Cita Bersama resmi meluncurkan integrasi layanan donasi berbasis teknologi digital terkini.
  • Kolaborasi ini bertujuan mempermudah masyarakat dalam menyalurkan bantuan sosial melalui jaringan pembayaran yang aman dan transparan secara nasional.
  • Inovasi digital tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penghimpunan dana serta memperluas partisipasi masyarakat dalam program pemberdayaan sosial masyarakat.

SuaraJawaTengah.id - Perilaku masyarakat dalam beramal dan menyalurkan dana sosial kini tengah mengalami pergeseran fundamental. Era di mana donasi identik dengan kotak amal fisik atau transfer bank yang membutuhkan beberapa langkah kini mulai tergantikan oleh kemudahan satu sentuhan di layar ponsel.

Fenomena ini didorong oleh adopsi teknologi finansial (fintech) yang masif, terutama di kalangan generasi produktif yang mendominasi kota-kota besar Indonesia. Mereka tidak hanya menuntut kemudahan, tetapi juga transparansi dan kecepatan dalam setiap transaksi, termasuk dalam urusan filantropi.

Menangkap sinyal perubahan ini, sebuah langkah strategis baru-baru ini terjalin antara Baitul Maal Hidayatullah (BMH), lembaga amil zakat nasional dengan rekam jejak panjang, dan PT Nusantara Cita Bersama (Nusacita), pemain di sektor teknologi pembayaran.

Keduanya meluncurkan integrasi layanan donasi digital, sebuah studi kasus nyata tentang bagaimana institusi sosial tradisional beradaptasi untuk tetap relevan dengan menggandeng kekuatan teknologi. Kolaborasi ini bukan lagi sekadar program, melainkan sebuah cerminan dari tren makro: digitalisasi filantropi di Indonesia.

Inisiatif ini secara langsung menjawab dua tuntutan utama dari donatur modern: aksesibilitas dan akuntabilitas. Dengan mengintegrasikan kanal donasi ke dalam jaringan pembayaran yang sudah familiar bagi publik, friksi dalam proses berdonasi dapat diminimalkan.

Niat baik yang muncul bisa langsung dieksekusi tanpa tertunda oleh proses yang kompleks.

Taufik Kurniawan, Presiden Direktur Nusacita, melihat ini sebagai evolusi peran fintech yang melampaui fungsi komersial semata. Menurutnya, teknologi pembayaran memiliki potensi besar untuk menjadi katalisator inklusi sosial yang lebih luas.

“Kami meyakini bahwa teknologi finansial memiliki peran strategis dalam mendorong inklusi sosial. Melalui integrasi layanan donasi pada jaringan Nusacita, kami berupaya menghadirkan akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial secara mudah, aman, dan transparan,” ujar Taufik.

Ilustrasi Zakat Fitrah dengan cara online di transfer (Pixabay/Mohamed Hassan)

Dari sisi lembaga pengelola dana, sinergi ini merupakan jawaban atas tantangan untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan partisipasi publik. BMH, yang berperan sebagai mitra penyalur, mendapatkan akses ke basis pengguna yang lebih luas dan beragam.

Baca Juga: Waspada! Semarang Diprediksi Hujan Sedang Hari Ini, BMKG Ungkap Penyebabnya

Kredibilitas BMH dalam mengelola dan mendistribusikan dana untuk program pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi menjadi pilar kepercayaan yang krusial dalam ekosistem digital ini.

Perwakilan BMH menegaskan bahwa adaptasi digital adalah sebuah keniscayaan untuk keberlanjutan penghimpunan dana sosial di masa depan. Kanal digital dipandang mampu menumbuhkan budaya berderma yang konsisten di tengah masyarakat.

“Kolaborasi dengan Nusacita merupakan langkah strategis dalam memperkuat kanal penghimpunan dana sosial berbasis digital. Kami berharap kemudahan akses yang dihadirkan melalui jaringan Nusacita dapat mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam mendukung program-program pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujar perwakilan BMH.

Peluncuran layanan ini menggarisbawahi komitmen Nusacita dalam membangun ekosistem pembayaran yang terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan zaman.

Ke depan, inovasi serupa diperkirakan akan terus bermunculan, menciptakan sebuah model filantropi baru yang lebih inklusif, efisien, dan berdampak luas bagi pembangunan sosial di Indonesia.

Load More