- BMKG memprakirakan hujan intensitas ringan hingga sedang akan mengguyur Kota Semarang pada hari Senin, 27 April 2026.
- Warga Semarang diimbau menyiapkan perlengkapan pelindung diri untuk mendukung kelancaran mobilitas selama beraktivitas di luar ruangan.
- BMKG memprediksi wilayah Jawa Tengah akan menghadapi musim kemarau lebih kering dan panjang akibat potensi fenomena El Nino.
SuaraJawaTengah.id - Warga Kota Semarang dan sekitarnya yang hendak memulai aktivitas di awal pekan ini, Senin (27/4/2026), diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan perlengkapan menghadapi hujan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di Ibu Kota Jawa Tengah ini akan didominasi oleh guyuran hujan dengan intensitas ringan hingga sedang sepanjang hari.
Kondisi atmosfer yang basah ini menjadi perhatian khusus bagi masyarakat yang mobilitasnya tinggi di luar ruangan.
Prakirawan BMKG, Bintari, dalam siaran daringnya yang dipantau dari Jakarta, menjelaskan bahwa potensi hujan di Semarang ini merupakan bagian dari pola cuaca yang lebih luas di Pulau Jawa pada awal pekan ini.
Menurut analisis BMKG, awan hujan cukup merata menutupi langit di kota-kota utama di Jawa.
“Untuk Pulau Jawa, hujan ringan hingga sedang diprakirakan merata di kota-kota besar seperti di Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Yogyakarta. Sementara Surabaya berpotensi hujan lebat disertai petir” kata Bintari.
Oleh karena itu, bagi warga Semarang, sedia payung atau jas hujan di kendaraan menjadi langkah antisipasi yang krusial untuk mendukung kelancaran aktivitas hari ini.
Meskipun awal pekan ini ditandai dengan hujan, BMKG juga memberikan catatan penting yang kontras mengenai prospek cuaca jangka panjang di tahun 2026.
Masyarakat, termasuk di wilayah Semarang dan Jawa Tengah, diminta bersiap menghadapi musim kemarau yang diprediksi akan lebih kering dan berdurasi lebih panjang dari kondisi normal pada semester kedua nanti.
Baca Juga: Teror Begal Payudara Hantui Tembalang Semarang: Sehari 3 Kali Beraksi, Incar Ibu-ibu!
Hal ini didasari oleh pantauan kondisi dinamika atmosfer global yang menunjukkan potensi peralihan ke fase El Nino.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa meskipun saat ini kondisi iklim global masih netral, peluang berkembangnya fenomena El Nino lemah hingga moderat pada paruh kedua 2026 mencapai 50–80 persen. Ia menekankan pentingnya memahami dampak gabungan dari musim kemarau dan El Nino.
“Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino itu adalah dua fenomena yang berbeda dan tidak selalu terjadi bersamaan. Kemarau tetap akan datang setiap tahun di Indonesia. Tapi jika El Nino terjadi bertepatan dengan musim kemarau, maka kemaraunya akan menjadi jauh lebih kering,” kata dia menegaskan perlunya kesiapsiagaan lintas sektor sejak dini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama