- BRI menyelenggarakan ajang sepak bola usia dini bertajuk BRI Youth Champion League di Lapangan Mitra, Semarang, Sabtu 19 April 2026.
- Kompetisi ini diikuti enam sekolah sepak bola ternama sebagai wadah bagi talenta muda untuk mengasah bakat dan sportivitas.
- Program ini bertujuan mengembangkan potensi generasi muda agar mampu meraih prestasi sepak bola hingga ke level kompetisi internasional.
SuaraJawaTengah.id - Semangat kompetisi dan sportivitas membara di Lapangan Mitra, Jalan Menoreh Utara 12, Sampangan, Kota Semarang, pada Sabtu (19/4/2026). Mereka mengikuti ajang bergengsi bagi pesepak bola usia dini bertajuk "BRI Youth Champion League Goes to Barcelona".
BRI Youth Champion League Goes to Barcelona merupakah Program BRI yang sedang berjalan dan BRI Semarang A. Yani Ikut berpartisipasi dalam menyukseskan program tersebut.
Kegiatan ini menjadi magnet bagi ratusan talenta muda berbakat di Kota Lunpia. Sebanyak enam Sekolah Sepak Bola (SSB) terkemuka di Semarang turut ambil bagian, yaitu SSB Mitra Sampangan selaku tuan rumah, SSB BR Djatayu, SSB Persepu, SSB IM Semarang, SSB Putra Angkasa, dan SSB Putra Mandiri.
Kehadiran tim-tim ini tidak hanya memeriahkan kompetisi, tetapi juga menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda Semarang terhadap olahraga sepak bola.
BRI Youth Champion League Goes to Barcelona merupakan wujud nyata komitmen BRI dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda Indonesia, khususnya di bidang olahraga.
Melalui inisiatif ini, BRI berupaya menciptakan ruang interaksi positif bagi anak muda untuk mengasah kemampuan, menumbuhkan jiwa sportivitas, serta memperluas jejaring sosial sejak dini.
Pemimpin Kantor Cabang BRI Semarang A. Yani, David A Saxono, mengungkapkan bahwa program ini dirancang lebih dari sekadar kompetisi sepak bola biasa.
Ia menekankan pentingnya memberikan panggung bagi talenta-talenta muda untuk unjuk gigi dan meraih mimpi mereka.
“BRI Youth Champion League Goes to Barcelona ini adalah bukti keseriusan kami dalam membina dan memberikan wadah bagi generasi muda untuk berkembang. Kami percaya bahwa melalui olahraga, khususnya sepak bola yang sangat digemari di Semarang, kita dapat menanamkan nilai-nilai positif seperti kerja keras, disiplin, dan fair play,” ujar David A Saxono dikutip dari keterangan tertulis pada Rabu (29/4/2026).
Baca Juga: Cuaca Jateng Hari Ini: Semarang Berpotensi Hujan, Dibayangi Ancaman Kemarau Terkering 30 Tahun
Lebih lanjut, David menambahkan bahwa BRI memiliki visi jauh ke depan dalam mendukung bakat-bakat muda tanah air.
Ia berharap ajang ini dapat menjadi batu loncatan bagi para pemain muda untuk meraih prestasi yang lebih tinggi, bahkan hingga ke level internasional.
“Mimpi besar kami adalah melihat anak-anak muda Semarang ini kelak dapat mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. Dengan memberikan kesempatan berkompetisi yang berkualitas, kami berharap dapat melahirkan bibit-bibit unggul yang siap bersaing, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga global, seperti impian menuju Barcelona yang diusung dalam tema kegiatan ini,” tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo
-
Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo
-
Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu
-
20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI
-
UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris