Chandra Iswinarno
Minggu, 03 Mei 2026 | 16:00 WIB
Sejumlah jurnalis dan kelompok pemuda Wonosobo mengikuti pelatihan kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang digelar di Kledung Pas, Wonosobo pada Rabu-Kamis (29-30 April 2026). [Suara.com/Chandra]
Baca 10 detik
  • Dinas Kesbangpol Wonosobo melatih pemuda dan jurnalis memanfaatkan teknologi AI sebagai asisten produktif pada 29–30 April 2026.
  • Pelatihan di Kledung Pass ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta dalam memproduksi konten digital yang edukatif dan kredibel.
  • Peserta diajarkan mengintegrasikan AI dalam alur kerja jurnalistik tanpa menghilangkan kontrol manusia demi menjaga akurasi informasi.

SuaraJawaTengah.id - Di saat banyak orang masih berdebat apakah Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) akan merebut pekerjaan manusia, kelompok pemuda dan jurnalis di Wonosobo justru beranggapan sebaliknya.

Mereka menganggap bahwa AI memiliki fungsi menjadi 'asisten pribadi' yang membantu dalam pekerjaannya.

Difasilitasi Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Wonosobo rupanya, mereka dilatih untuk mengubah AI dari sekadar mesin pintar menjadi alat bantu pendukung kerja-kerja jurnalistik yang bertanggung jawab.

Kegiatan yang berlangsung di Kledung Pass selama 2 hari, Rabu-Kamis (29-30/4/2026) menjadi ruang bagi komunitas pemuda untuk meningkatkan kapasitas diri agar lebih adaptif terhadap arus informasi digital yang kian cepat.

Lewat pelatihan intensif ini, teknologi AI tidak lagi dilihat sebagai ancaman yang menakutkan, melainkan instrumen untuk mengoptimalkan produksi konten positif.

Kepala Kesbangpol Wonosobo, Agus Kristiono, menegaskan bahwa penguasaan teknologi digital saat ini sudah menjadi kebutuhan mutlak yang tidak bisa dihindari oleh generasi muda.

Meski begitu, ia memberi catatan kaki penting: kemampuan teknis memanfaatkan AI wajib berjalan beriringan dengan pemahaman etika serta tanggung jawab penyampaian informasi.

Posisi komunitas pemuda dinilai sangat strategis dalam membangun komunikasi publik yang sehat, terutama untuk membendung penyebaran informasi yang belum terverifikasi atau hoaks.

Melalui pelatihan berbasis AI ini, para peserta diharapkan mampu bertransformasi menjadi agen literasi digital yang memproduksi konten edukatif, dan kredibel.

Baca Juga: Di JMS 2026, Wagub Taj Yasin Minta Media Soroti Pertumbuhan Ekonomi Jateng dan Gandeng Anak Muda

“Penguasaan teknologi harus dibarengi dengan tanggung jawab. Jangan sampai kemudahan teknologi justru dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujar Agus memberi peringatan.

AI Sebagai Asisten, Bukan Pengemudi

Untuk membedah aspek teknis penulisan berbasis teknologi, Kesbangpol menghadirkan dua trainer tersertifikasi Google AI dari Suara.com, yakni Agung Pratnyawan dan Chandra Iswinarno.

Dalam sesi pelatihan, fokus diarahkan pada bagaimana AI dapat diintegrasikan ke dalam alur kerja jurnalistik sehari-hari.

Kedua narasumber mengupas tuntas pemanfaatan AI untuk mempercepat proses pencarian data awal, membantu pengolahan informasi yang kompleks, menyusun draf naskah berita secara efisien, hingga mendukung proses awal verifikasi informasi.

Walaupun AI menawarkan efisiensi tinggi, mereka mengingatkan dengan tegas bahwa penggunaannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Load More