Budi Arista Romadhoni
Selasa, 12 Mei 2026 | 10:50 WIB
Sucipto menunjukkan tas perlengkapan ibadah haji di rumahnya, Kelurahan Sumampir RT 03 RW 03, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (12/5/2026). [ANTARA/Sumarwoto]
Baca 10 detik
  • Sucipto, seorang tukang parkir di Pasar Pon Purwokerto, akan berangkat menunaikan ibadah haji pada 14 Mei mendatang.
  • Ia menabung selama lebih dari satu dekade dari penghasilan harian serta menjual tanah demi melunasi biaya haji.
  • Kisah perjuangan Sucipto menjadi inspirasi bagi masyarakat luas bahwa niat dan ketekunan mampu mewujudkan keinginan beribadah haji.

Kisah Sucipto yang telah bekerja di Pasar Pon sejak 1999 ini mengguncang kesadaran banyak pihak, termasuk pejabat setempat.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas, H. Afifuddin Idrus, menyebut perjuangan Sucipto adalah bukti nyata bahwa panggilan ke Baitullah bukan monopoli orang kaya, melainkan milik mereka yang memiliki kesungguhan iman.

"Luar biasa. Ini membuktikan kalau ada kemauan, pasti ada jalan. Beliau menunjukkan iman dan istiqamah berusaha hingga akhirnya bisa berangkat," tegas Afifuddin.

Menurutnya, kisah tukang parkir ini menjadi "tamparan" inspiratif bagi masyarakat yang secara ekonomi jauh lebih mapan namun masih enggan atau menunda mendaftar haji.

Sucipto tidak sendirian. Kemenag Banyumas mencatat tahun ini ada sejumlah jemaah lain dari kalangan ekonomi lemah yang berhasil berangkat, termasuk penjual peyek dan pedagang siomay.

Kini, koper gelap di sudut ruang tamu Sucipto telah siap. Fisiknya telah dilatih dengan rutin berjalan kaki, dan hatinya telah dipenuhi zikir di sela menjaga parkir. Beberapa hari lagi, tukang parkir dari Pasar Pon itu akan membuktikan bahwa di hadapan Allah, tekad dan keikhlasan jauh lebih bernilai daripada sekadar tumpukan harta.

Load More