Budi Arista Romadhoni
Rabu, 29 April 2026 | 19:21 WIB
Pesepakbola Pratama Arhan Alif Rifai resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen (S.M.) dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Rabu (29/4/2026). [Dok Udinus]
Baca 10 detik
  • Pratama Arhan resmi meraih gelar Sarjana Manajemen dari Universitas Dian Nuswantoro Semarang pada Rabu, 29 April 2026.
  • Arhan menjadi lulusan pertama di Indonesia yang menerima ijazah berbasis teknologi blockchain untuk menjamin keamanan dokumen digital.
  • Penerapan teknologi blockchain tersebut memudahkan verifikasi ijazah secara global serta mencegah potensi pemalsuan dokumen bagi para lulusan.

SuaraJawaTengah.id - Momen istimewa dirasakan penggawa Timnas Indonesia, Pratama Arhan Alif Rifai. Di tengah kesibukannya sebagai atlet sepak bola profesional, Arhan resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen (S.M.) dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Rabu (29/4/2026).

Namun, wisuda kali ini bukan sekadar seremoni biasa; Arhan dan angkatannya mencatat sejarah baru di dunia pendidikan Tanah Air sebagai lulusan pertama yang menerima ijazah berbasis teknologi blockchain.

Bertempat di Ballroom Rama Shinta, Patra Hotel Semarang, Arhan menjadi salah satu dari 402 wisudawan yang dilantik pada sesi pertama wisuda ke-87 Udinus. Inovasi ijazah blockchain yang diterima Arhan dan rekan-rekannya menjadi sorotan utama.

Teknologi ini menjamin keamanan mutlak, keaslian yang tak terbantahkan, serta kemudahan verifikasi dokumen secara digital di tingkat global, mengatasi masalah pemalsuan ijazah yang kerap terjadi.

Tampil sebagai perwakilan wisudawan, Pratama Arhan mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya bisa menyelesaikan studi yang dimulainya sejak 2020. Ia membuktikan bahwa karier di lapangan hijau bisa berjalan beriringan dengan pendidikan tinggi berkat dukungan penuh dari kampus.

"Saya menjadi bukti bahwa Udinus memberikan fleksibilitas serta beasiswa yang memungkinkan saya menyeimbangkan karier sepak bola profesional dengan pendidikan tinggi," ungkap Arhan yang juga menyampaikan terima kasih kepada keluarganya yang dikutip dari Ayosemarang.com.

Tak berhenti di strata satu, Arhan bahkan sudah memiliki rencana akademis selanjutnya.

"Saya sangat bangga dan berencana melanjutkan studi S-2 Ilmu Komunikasi di Udinus," tuturnya antusias.

Rektor Udinus, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, menegaskan bahwa Udinus menjadi pelopor di Indonesia dalam menghadirkan sistem ijazah digital yang transparan dan terpercaya ini.

Baca Juga: Datang ke Semarang, Pratama Arhan Persiapkan Diri untuk Tempuh Tugas Akhir di Udinus

"Dengan teknologi ini, setiap ijazah lulusan Udinus memiliki sistem verifikasi digital yang tidak dapat dimanipulasi. Keaslian ijazah akan terverifikasi secara global," tegasnya.

Prof. Pulung juga mengingatkan para wisudawan bahwa ijazah canggih ini hanyalah pintu awal.

"Dunia kerja tidak selalu menanyakan IPK kalian, tetapi melihat sejauh mana kalian membawa manfaat bagi masyarakat. Dunia membutuhkan orang-orang yang berani bermimpi dan bekerja keras," ujarnya.

Terobosan Udinus ini mendapat apresiasi dari pakar internasional. Chief Information Officer Dubai Blockchain Center, Igor Arkhypenko, menyebut langkah ini sebagai tonggak penting.

"Banyak orang mengira blockchain hanya berkaitan dengan finansial atau kripto. Padahal, teknologi ini sangat relevan untuk dokumen penting seperti ijazah dan verifikasi keasliannya," ujarnya.

Senada, Kepala LLDikti Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, menilai penerapan blockchain akan sangat membantu lulusan seperti Arhan dalam proses rekrutmen di pasar kerja nasional maupun internasional.

Load More