- Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah berhasil menghimpun dana kurban sebesar sembilan miliar rupiah pada tahun 2026.
- Daging kurban diolah menjadi rendang kaleng tahan dua tahun guna membantu gizi masyarakat di daerah 3T.
- Produk pangan strategis tersebut berfungsi sebagai logistik darurat untuk penanganan bencana alam domestik maupun internasional.
SuaraJawaTengah.id - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah (Jateng) melakukan terobosan strategis dalam pengelolaan kurban tahun ini.
Dana kurban yang berhasil dihimpun hingga menembus angka fantastis Rp9 miliar tidak hanya dibagikan dalam bentuk daging segar, tetapi juga ditransformasikan menjadi "logistik perang" jangka panjang untuk melawan gizi buruk di daerah 3T (terdepan, terbelakang, tertinggal) dan wilayah terdampak bencana.
Ratusan sapi kurban yang terkumpul tidak langsung disembelih dan dibagikan habis dalam hitungan hari. Sebagian besar diolah menjadi produk makanan kaleng siap santap, yakni Rendangmu, dengan daya tahan mencapai dua tahun.
Inovasi ini merupakan wujud nyata tajdid (pembaruan) dalam ibadah sosial yang dilakukan Muhammadiyah.
"Ini tentu bagian dari tajdid Muhammadiyah. Tahun ini Alhamdulillah targetnya 9 miliar lebih dan sudah tercapai," ungkap Ketua PWM Jawa Tengah, KH Tafsir, di Semarang, Rabu (27/5/2026).
KH Tafsir menjelaskan, pengolahan daging kurban menjadi kornet atau rendang kaleng merupakan strategi jitu untuk memperluas jangkauan manfaat kurban.
Logistik pangan darurat ini dirancang khusus untuk menembus daerah-daerah yang sulit dijangkau dan rentan krisis pangan.
"Daging kurban yang kita kalengkan inilah yang tidak sekadar untuk penanganan bencana alam di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Dan yang lebih penting salah satunya untuk di dalam negeri adalah untuk dikirimkan ke daerah 3T: terdepan, terbelakang, dan tertinggal," urainya.
Dengan daya tahan hingga dua tahun, produk kaleng Rendangmu ini berfungsi sebagai sabuk pengaman logistik. Ia siap didistribusikan kapan saja saat terjadi bencana alam atau untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat di kawasan pelosok yang seringkali terabaikan.
Baca Juga: Perang Obor Jepara, Tradisi yang Terus Menyala
Untuk menjamin kualitas dan keamanan produk, PWM Jateng menggandeng pihak ketiga di Denpasar, Bali, untuk proses pengalengan.
Keputusan ini diambil karena fasilitas sterilisasi tingkat industri yang memadai baru tersedia optimal di sana.
Sebagai catatan kesuksesan, pada tahun sebelumnya, Lazismu Muhammadiyah Jateng juga berhasil mengolah 380 ekor sapi dari dana Rp8 miliar menjadi produk serupa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Inovatif! Muhammadiyah Jateng Ubah Daging Kurban Jadi Logistik Kaleng Tahan 2 Tahun
-
Momentum Idul Adha, BRI Group Salurkan Lebih dari 5.000 Hewan Kurban untuk Masyarakat
-
Sentuh Kaum Marjinal, Gerakan Solusi Indonesia Salurkan Hewan Kurban di Solo Raya
-
Gagal Berhaji Lewat Jalur Belakang, 13 WNI Dicegat Imigrasi di Bandara YIA
-
Pelindo Petikemas Setor Rp1,73 Triliun, Dukung Fiskal Nasional