- Polda Jawa Tengah mengerahkan tim siber untuk memburu penyebar hoaks video pocong begal yang meresahkan masyarakat di berbagai daerah.
- Penyelidikan kepolisian memastikan bahwa narasi teror tersebut adalah konten bohong hasil daur ulang video lama untuk menciptakan ketakutan.
- Polda Jateng meningkatkan patroli malam serta menjamin wilayah tetap kondusif meski hoaks tersebut menyebar luas di media sosial.
SuaraJawaTengah.id - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) tidak tinggal diam menghadapi teror informasi hoaks "pocong begal" yang viral di media sosial dan meresahkan masyarakat di sejumlah daerah.
Tim patroli siber telah dikerahkan untuk memburu akun-akun yang sengaja menyebarkan konten bohong tersebut.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto, di Semarang, Rabu, menegaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan tim siber, konten-konten "pocong begal" yang beredar di Kabupaten Grobogan, Kendal, Magelang, hingga Cilacap adalah hasil daur ulang.
Pelaku menggunakan video atau foto lama yang sama, kemudian mengubah narasi dan lokasi kejadian untuk menciptakan ketakutan.
"Apabila ada unsur kesengajaan (dalam menyebarkan hoaks ini), akan kami tindak tegas," ancam Kombes Artanto dikutip dari ANTARA pada Kamis (28/5/2026).
Meskipun telah dipastikan bahwa informasi tersebut adalah bohong, Polda Jateng tidak lengah. Kombes Artanto memastikan bahwa seluruh jajaran kepolisian di wilayah-wilayah yang disebut dalam hoaks tersebut telah diperintahkan untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Kondisi wilayah-wilayah yang disebut tersebut tetap aman, tertib, dan kondusif serta tidak terdapat laporan korban jiwa maupun kerugian material," ujarnya menenangkan masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi dan untuk menjamin rasa aman warga, patroli malam ditingkatkan, terutama pada jam-jam rawan di area pemukiman, jalanan sepi, dan lokasi yang minim penerangan.
Polda Jateng juga mengimbau masyarakat untuk cerdas dalam menerima informasi dan tidak mudah termakan isu yang belum jelas kebenarannya.
Baca Juga: Libur Iduladha Aman! Pertamina Tambah 1,5 Juta Tabung LPG 3 Kg ke Jateng-DIY
Jika menemukan hal-hal mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), warga diminta untuk segera melapor melalui layanan darurat kepolisian.
"Jangan main hakim sendiri. Utamakan keselamatan dan segera melapor ke layanan 110," pungkas Kombes Artanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Penyebar Hoaks 'Pocong Begal' yang Resahkan Warga Jateng Diburu Polisi
-
Inovatif! Muhammadiyah Jateng Ubah Daging Kurban Jadi Logistik Kaleng Tahan 2 Tahun
-
Momentum Idul Adha, BRI Group Salurkan Lebih dari 5.000 Hewan Kurban untuk Masyarakat
-
Sentuh Kaum Marjinal, Gerakan Solusi Indonesia Salurkan Hewan Kurban di Solo Raya
-
Gagal Berhaji Lewat Jalur Belakang, 13 WNI Dicegat Imigrasi di Bandara YIA