- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Program Sekolah Kemitraan untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi siswa keluarga kurang mampu.
- Program ini menyediakan fasilitas pendidikan di 139 SMA dan SMK swasta bagi 5.004 siswa yang terancam putus sekolah.
- Inisiatif tersebut berhasil meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus menjamin keberlanjutan pendidikan anak demi meraih masa depan.
"Kalau tidak ada program ini, orang tua pasti lebih terbebani karena kebutuhan lain juga banyak," kata Vanesha.
Sementara itu, Maulida Dewi Novi Yanti mengaku bersyukur dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus memikirkan biaya sekolah.
"Sekolah Kemitraan itu gratis. Saya terbantu sekali. Terima kasih Pak Gubernur, akhirnya saya bisa sekolah gratis di sini," ujar Maulida.
Kepala SMA Laboratorium UPGRIS, Nor Khoiriyah, mengungkapkan bahwa sejumlah siswa penerima manfaat memang berada dalam kondisi yang rentan putus sekolah sebelum program tersebut hadir.
"Dengan adanya program ini, anak-anak yang tadinya hampir putus sekolah, akhirnya bisa tetap belajar sampai sekarang," jelasnya.
Program Sekolah Kemitraan sendiri menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga miskin. Selain membantu meringankan beban ekonomi orang tua, program ini juga diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, pemerintah daerah akan terus memaksimalkan pelaksanaan program tersebut agar semakin banyak anak dari keluarga miskin dapat mengenyam pendidikan menengah.
"Minimal tiap tahun 5.000 anak miskin ekstrem harus dientaskan," kata Luthfi.
Tahun 2026, sebanyak 139 SMA dan SMK swasta di Jawa Tengah bergabung dalam Program Sekolah Kemitraan dengan kuota mencapai 5.004 siswa. Melalui program tersebut, ribuan anak yang sebelumnya berada di ambang putus sekolah kini kembali memiliki kesempatan untuk belajar, mengejar cita-cita, dan membangun masa depan yang lebih baik.
Baca Juga: Musim Kemarau Sudah Dekat, BMKG Beri Peringatan Hujan Masih akan Mengguyur Wilayah Jateng
Bagi Ayu, kesempatan itu bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Program tersebut menjadi penyelamat mimpinya untuk tetap berada di bangku sekolah saat keadaan ekonomi keluarga nyaris memaksanya berhenti belajar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
Terkini
-
Di Ambang Putus Sekolah, Ribuan Anak Miskin Jateng Diselamatkan Program Sekolah Kemitraan
-
Tegas! Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Anggaran Diprioritaskan untuk Perbaiki Jalan Berlubang
-
Kejurnas Sprint Rally Dongkrak Pengembangan Sport Tourism Jawa Tengah
-
Tumbuhkan Kesadaran Ekologis, Taj Yasin Ajak Ratusan Santri Tanam Mangrove di Rembang
-
Stafsus Menag Hubungi Ahmadiyah, Dalami Pembubaran Paksa Kemah di Karanganyar