Budi Arista Romadhoni
Senin, 08 Juni 2026 | 10:16 WIB
Ilustrasi Program Sekolah Kemitraan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Program Sekolah Kemitraan untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi siswa keluarga kurang mampu.
  • Program ini menyediakan fasilitas pendidikan di 139 SMA dan SMK swasta bagi 5.004 siswa yang terancam putus sekolah.
  • Inisiatif tersebut berhasil meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus menjamin keberlanjutan pendidikan anak demi meraih masa depan.

"Kalau tidak ada program ini, orang tua pasti lebih terbebani karena kebutuhan lain juga banyak," kata Vanesha.

Sementara itu, Maulida Dewi Novi Yanti mengaku bersyukur dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus memikirkan biaya sekolah.

"Sekolah Kemitraan itu gratis. Saya terbantu sekali. Terima kasih Pak Gubernur, akhirnya saya bisa sekolah gratis di sini," ujar Maulida.

Kepala SMA Laboratorium UPGRIS, Nor Khoiriyah, mengungkapkan bahwa sejumlah siswa penerima manfaat memang berada dalam kondisi yang rentan putus sekolah sebelum program tersebut hadir.

"Dengan adanya program ini, anak-anak yang tadinya hampir putus sekolah, akhirnya bisa tetap belajar sampai sekarang," jelasnya.

Program Sekolah Kemitraan sendiri menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga miskin. Selain membantu meringankan beban ekonomi orang tua, program ini juga diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, pemerintah daerah akan terus memaksimalkan pelaksanaan program tersebut agar semakin banyak anak dari keluarga miskin dapat mengenyam pendidikan menengah.

"Minimal tiap tahun 5.000 anak miskin ekstrem harus dientaskan," kata Luthfi.

Tahun 2026, sebanyak 139 SMA dan SMK swasta di Jawa Tengah bergabung dalam Program Sekolah Kemitraan dengan kuota mencapai 5.004 siswa. Melalui program tersebut, ribuan anak yang sebelumnya berada di ambang putus sekolah kini kembali memiliki kesempatan untuk belajar, mengejar cita-cita, dan membangun masa depan yang lebih baik.

Baca Juga: Musim Kemarau Sudah Dekat, BMKG Beri Peringatan Hujan Masih akan Mengguyur Wilayah Jateng

Bagi Ayu, kesempatan itu bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Program tersebut menjadi penyelamat mimpinya untuk tetap berada di bangku sekolah saat keadaan ekonomi keluarga nyaris memaksanya berhenti belajar.

Load More