- Konflik internal di Keraton Kasunanan Surakarta mengancam pelaksanaan tradisi Kirab Pusaka Malam 1 Suro dengan potensi dua kirab berbeda.
- KGPH Tedjowulan meminta Wali Kota Solo segera memediasi seluruh pihak keraton untuk menyelesaikan dualisme kepemimpinan agar tradisi tetap bersatu.
- Pihak keraton sepakat menyerahkan penyelesaian sengketa kepada pemerintah kota guna mengembalikan citra positif serta menjaga kelestarian budaya Keraton Surakarta.
SuaraJawaTengah.id - Tradisi sakral Kirab Pusaka Malam 1 Suro yang selama puluhan tahun menjadi simbol kebesaran Keraton Kasunanan Surakarta kini kembali dibayangi konflik internal. Tahun ini, masyarakat bahkan berpotensi menyaksikan dua kirab berbeda pada malam yang sama akibat belum tuntasnya persoalan dualisme di tubuh keraton.
Situasi tersebut mendorong Pelaksana Pelestarian, Pengembangan dan Pemanfaatan Keraton Surakarta, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, meminta Wali Kota Solo Respati Ardi turun tangan menjadi penengah.
Permintaan itu muncul dalam rapat yang dihadiri Sinuhun PB XIV Hangabehi, Lembaga Dewan Adat (LDA), putra-putri dalem, hingga perwakilan Kementerian Kebudayaan.
Menurut Tedjowulan, pemerintah kota perlu segera mempertemukan seluruh pihak agar pelaksanaan Malam 1 Suro tidak menjadi panggung baru konflik berkepanjangan di Keraton Surakarta.
"Sudah banyak masukan dan analisa. Saya tadi juga bertemu perwakilan Balai Kota supaya dilaporkan ke Pak Wali. Kami berharap Pak Wali mengundang semua pihak untuk duduk bersama," kata Tedjowulan, Rabu (10/6/2026).
Usulan itu bukan tanpa alasan. Sebab, hingga kini belum ada kesepahaman antara kubu-kubu yang selama bertahun-tahun terlibat sengketa internal keraton. Akibatnya, tradisi budaya yang seharusnya menjadi ruang pemersatu justru terancam berubah menjadi simbol perpecahan.
Tedjowulan menegaskan persoalan yang perlu diselesaikan bukan hanya soal Kirab Malam 1 Suro, melainkan juga hubungan antara Keraton Surakarta dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
"Kirab mau jalan ya tinggal jalan. Tetapi ada hal-hal yang harus dirembug supaya semuanya tegak lurus antara keraton, pemerintah daerah sampai kementerian," ujarnya.
Senada, Ketua LDA Keraton Surakarta GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng mengungkapkan bahwa berbagai upaya dialog sebelumnya kerap menemui jalan buntu.
Baca Juga: 10 Fakta Penting Dibalik Drama Dua Raja Solo di Keraton Kasunanan Surakarta
Bahkan, menurutnya, sejumlah undangan pertemuan yang difasilitasi berbagai pihak tidak pernah dihadiri kelompok yang berbeda pandangan dengan pihaknya.
"Kami mendapat laporan dari kementerian, undangan rembugan sudah sampai sembilan kali. Tapi tidak pernah datang," kata Gusti Moeng.
Karena itu, pihaknya kini menyerahkan sepenuhnya kepada Wali Kota Solo untuk mempertemukan seluruh pihak yang berselisih.
"Kami menghormati apa yang disampaikan Pak Wali. Karena itu kami memohon beliau mengundang semua pihak supaya bisa berembug bersama," ujarnya.
Meski waktu menuju Malam 1 Suro semakin mepet, Gusti Moeng mengaku tidak mempermasalahkan jika perundingan baru dilakukan beberapa hari menjelang pelaksanaan.
Menurutnya, ritual-ritual inti keraton tetap akan berjalan seperti biasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
Terkini
-
Antisipasi Server Tumbang, Pemprov Jateng Gandeng Alibaba untuk SPMB 2026
-
Kirab 1 Suro Terancam Pecah Dua, Wali Kota Solo Didesak Akhiri Dualisme Keraton
-
Dukung Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT Bhimasena Power Indonesia Siapkan 30 Ribu Bibit Mangrove
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Rehabilitasi 600 Ribu Hektare Lahan Kritis Harus Libatkan Masyarakat
-
Gubernur Luthfi Potong Jalur Tengkulak, Demi Amankan Harga Pangan dari Gejolak Global