Budi Arista Romadhoni
Rabu, 01 Juli 2026 | 08:54 WIB
Ilustrasi cuaca berawan di Semarang (Pixabay/calibra)
Baca 10 detik
  • Warga Kota Semarang diprakirakan akan menjalani aktivitas harian pada Rabu, 1 Juli 2026 dalam kondisi cuaca berawan.
  • BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan rutin memantau informasi terkini melalui kanal resmi.
  • Selain Semarang, sejumlah kota besar lainnya di Indonesia juga diprakirakan mengalami kondisi cuaca berawan sepanjang hari tersebut.

SuaraJawaTengah.id - Warga Kota Semarang diprakirakan akan menjalani aktivitas pada Rabu (1/7/2026) di bawah kondisi langit yang didominasi cuaca berawan.

Meski tidak masuk dalam wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem, masyarakat tetap diimbau mewaspadai perubahan cuaca dan rutin memantau pembaruan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Prakirawan BMKG Puji Sibuea mengatakan Semarang termasuk dalam sejumlah kota besar di Indonesia yang diprakirakan mengalami kondisi berawan sepanjang hari.

Selain Semarang, cuaca berawan juga diprakirakan terjadi di Serang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, dan Banjarmasin. Sementara Bandar Lampung berpotensi mengalami asap atau kabut.

Di sisi lain, BMKG mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia. Hujan disertai petir diprakirakan berpotensi terjadi di Tanjung Pinang, Tanjung Selor, dan Nabire.

Sementara itu, hujan dengan intensitas ringan diprakirakan mengguyur sejumlah kota lain, di antaranya Palangka Raya, Samarinda, Mamuju, Palu, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke.

Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara hingga sebagian Sulawesi, BMKG memprakirakan kondisi cerah berawan hingga berawan berpotensi terjadi di Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, dan Gorontalo.

BMKG mengingatkan bahwa prakiraan tersebut merupakan gambaran umum kondisi cuaca harian. Masyarakat, termasuk warga Semarang, diimbau terus memantau pembaruan cuaca melalui aplikasi Info BMKG maupun kanal resmi BMKG, mengingat kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.

Baca Juga: Fenomena Bediding Mulai Terasa, BMKG Minta Warga Jateng Bersiap

Load More