- Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah mendorong pemerintah memberikan kepastian harga guna melindungi petani dari kerugian.
- Jawa Tengah mencatat produktivitas padi periode Januari hingga April 2026 telah mencapai 4.696.422 ton beras.
- Kebijakan penetapan harga pembelian yang kompetitif membuat petani nyaman menjual hasil produksinya kepada pihak Bulog.
SuaraJawaTengah.id - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mendorong pemerintah memastikan keberlanjutan swasembada pangan dengan memberikan kepastian harga kepada petani.
Menurut Kakung, sapaan akrab Sarif, kepastian harga hasil produksi pangan akan menjaga gairah produksi petani dalam jangka panjang.
"Kepastian harga hasil pertanian akan membuat kesejahteraan petani meningkat, minat berusaha tani tumbuh stabil," ungkapnya.
Hasilnya, kata Kakung, produksi pangan akan terjaga secara berkelanjutan ketika harga dasar atau pembelian terjamin melalui kebijakan yang kuat.
"Karena dengan kebijakan tersebut, maka petani terlindung dari kerugian saat panen raya," sebut Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jateng ini.
Sejauh ini, jelas Kakung sudah ada Peraturan Daerah (Perda) Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.
"Jawa Tengah sebagai daerah penyangga ketahanan pangan nasional, maka pembangunan pertanian merupakan prioritas utama guna meningkatkan pemenuhan swasembada, kedaulatan dan ketahanan pangan secara berkelanjutan," terangnya.
Kakung menegaskan, petani sebagai pelaku utama dalam mencapai keberhasilan pembangunan pertanian dan berkontribusi bagi keberlangsungan pemenuhan swasembada, kedaulatan dan ketahanan pangan sudah selayaknya mendapatkan upaya perlindungan.
"Apalagi adanya perubahan iklim, globalisasi dan gejolak ekonomi global, kerentanan terhadap bencana alam dan risiko usaha, serta sistem pasar yang tidak berpihak kepada petani, maka diperlukan perlindungan dan pemberdayaan bagi petani secara sistematis dan berkelanjutan," jelas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Baca Juga: Ekspor Jateng Tembus 7 Miliar Dolar, Sarif Abdillah: Jangan Cuma Jual Bahan Baku!
Kakung menyebut capaian swasembada beras di Jateng mengalami perkembangan positif. Di mana produktivitas padi pada periode Januari sampai April 2026 sudah mencapai 4.696.422 ton, atau sekitar 44,48% dari target 10,5 juta ton.
"Salah satu faktor yang mendorong capaian tersebut adalah kebijakan pemerintah dalam menetapkan harga pembelian yang memberikan kepastian bagi petani. Kebijakan itu membuat petani lebih nyaman menjual hasil produksinya kepada Bulog karena harga yang ditawarkan dinilai lebih kompetitif," katanya.
Menurut Kakung, pendekatan serupa juga perlu dipertimbangkan untuk sejumlah komoditas pertanian lainnya.
"Karena kepastian harga ini penting agar petani memiliki kepastian usaha sekaligus terdorong meningkatkan produksi dalam negeri," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Lindungi Petani demi Kepastian Harga, Wakil Ketua DPRD Jateng: Jangan Biarkan Merugi!
-
Gempa Flores NTT, BRI Peduli Gerak Cepat Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak
-
BRI KKB Expo 2026 Hadir di 131 Cabang, Tawarkan Promo Pembiayaan Kendaraan dan Mobil Listrik
-
Perkembangan AI Tak Bisa Dihindari, Wakil Ketua DPRD Jateng: Harus Adaptif, Jangan Takut Perubahan!
-
BRI Tebar Promo HUT Ke-81 RI, Ada Cashback hingga Diskon Rp810 Ribu