SuaraJawaTengah.id - Bank Mandiri menegaskan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah dalam pengelolaan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) dengan menghadirkan fitur DHE Tracker pada platform wholesale digital Kopra by Mandiri. Langkah ini menjadi wujud peran aktif Bank Mandiri sebagai bagian dari Danantara dalam mengawal implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025 untuk memastikan kebijakan devisa nasional berjalan efektif tanpa membebani operasional pelaku usaha.
Sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan ekonomi nasional, PP Nomor 8 Tahun 2025 mengatur kewajiban eksportir sektor sumber daya alam untuk menempatkan DHE SDA dalam sistem keuangan Indonesia. Melalui kebijakan ini, pemerintah mendorong penguatan cadangan devisa, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta mengoptimalkan kontribusi hasil ekspor sumber daya alam bagi perekonomian nasional.
Namun dalam praktiknya, kepatuhan terhadap ketentuan DHE SDA menuntut proses pemantauan dan administrasi yang tertib, mulai dari identifikasi dana masuk hingga dokumentasi pelaporan. Di sinilah perbankan berperan sebagai jembatan antara regulasi dan dunia usaha.
Senior Vice President Digital Wholesale Banking Bank Mandiri Yohan Sugiono mengatakan, kehadiran DHE Tracker merupakan komitmen nyata Bank Mandiri dalam mendukung agenda pemerintah menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat cadangan devisa nasional.
"Implementasi DHE SDA bukan sekadar soal kepatuhan, tapi juga soal menjaga kelangsungan operasional dan likuiditas bisnis. DHE Tracker kami rancang untuk membantu eksportir memenuhi ketentuan devisa hasil ekspor tanpa kehilangan kendali atas arus kasnya. Ketika kepatuhan jadi mudah, kebijakan pemerintah pun berjalan lebih efektif," ujar Yohan dalam keterangan resminya, Jumat (10/7/2026).
Melalui DHE Tracker, eksportir dapat memantau transaksi incoming ke Rekening Khusus DHE SDA secara real-time, menerima notifikasi otomatis atas dana yang masuk, melakukan self-flagging sesuai kategori transaksi yang berlaku, hingga mengunduh seluruh data transaksi sebagai dokumen pendukung administrasi dan pelaporan. Seluruh proses berlangsung dalam satu platform yang terintegrasi dengan aktivitas transaksi wholesale nasabah sehari-hari.
Yohan menambahkan, solusi ini dirancang inklusif bagi seluruh segmen eksportir, dari korporasi besar hingga pelaku usaha menengah dan UKM ekspor yang kerap menghadapi keterbatasan sumber daya administrasi.
"Semakin mudah eksportir menjalankan ketentuan devisanya, semakin kuat pula ekosistem devisa nasional yang ingin dibangun pemerintah. Peran kami adalah memastikan tidak ada pelaku usaha yang tertinggal dalam transisi kebijakan ini," tambahnya.
Fitur DHE Tracker dapat diakses seluruh nasabah wholesale Bank Mandiri melalui platform Kopra by Mandiri atau dengan menghubungi Relationship Manager masing-masing. Ke depan, Bank Mandiri berkomitmen terus menyelaraskan pengembangan solusi digitalnya dengan arah kebijakan devisa pemerintah, agar setiap ketentuan baru dapat diadopsi pelaku usaha secara mulus dan tepat waktu.***
Baca Juga: Lewat Nyaman Bersama Mandiri, Bank Mandiri Perkuat Kualitas Layanan dan Pengalaman Nasabah
Berita Terkait
-
Lewat Nyaman Bersama Mandiri, Bank Mandiri Perkuat Kualitas Layanan dan Pengalaman Nasabah
-
Pendampingan UMKM Berbasis Potensi Lokal, FIFGROUP Dongkrak Ekonomi Desa
-
UMKM Soya Hargro Tumbuh Omzet 7 Kali Lipat, Berkat Pembinaan Rumah BUMN Rembang Semen Gresik
-
Dorong Daya Saing UMKM, KUR BRI Regional Office Semarang Tembus Rp5,63 T hingga Maret 2026
-
BRI Hadirkan Desa BRILiaN untuk Perkuat UMKM dan Ekonomi Desa Sumowono Semarang
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Lebih dari Pendidik, Guru PAUD dan TK Diharapkan Jadi Teladan Pembentukan Karakter Anak
-
Menaker Apresiasi Program Magang Nasional BRI, Buka Peluang Karier bagi Talenta Muda
-
BRI Gandeng Prodia, Hadirkan Promo Medical Check-Up hingga Pemeriksaan Genomics
-
Kisah Cucur Aulia, UMKM Binaan RB Rembang yang Sukses Mengangkat Jajanan Tradisional
-
Semarang Diprakirakan Cerah Berawan, Hujan Berpotensi Turun Sore Nanti