- Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan Pemprov Jawa Tengah menerapkan sistem PSEL dan RDF untuk mencapai target zero sampah 2029 pada Jumat (28/8/2026) di Bali.
- Pemprov Jawa Tengah bekerja sama dengan Danantara dan KSAD mengolah sampah harian serta timbunan TPA Jatibarang menjadi energi listrik dan solar.
- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan penghargaan kategori Lingkungan ASRI kepada Pemprov Jawa Tengah atas keberhasilan pengelolaan sampah tersebut.
SuaraJawaTengah.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengubah cara pandang dalam menangani persoalan sampah. Tak lagi sekadar mengandalkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), ribuan ton sampah yang dihasilkan setiap hari didorong untuk diolah menjadi energi listrik hingga bahan bakar.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya Jawa Tengah mengejar target pemerintah pusat menuju zero sampah pada 2029.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pengelolaan sampah di Jawa Tengah kini dibagi dalam sejumlah klaster berdasarkan volume timbulan sampah dan karakteristik wilayah.
Untuk wilayah dengan timbulan sampah lebih dari 1.000 ton per hari, penanganannya dilakukan melalui model aglomerasi dan regional dengan skema Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Sementara untuk timbulan sekitar 100-200 ton per hari, pemerintah mendorong penggunaan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), yakni mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif untuk industri.
"Pengelolaan sampah untuk volume di atas seribu ton per hari dilakukan dengan model aglomerasi dan regional untuk kebutuhan PSEL. Sementara volume sampah 100-200 ton per hari dikelola dengan model RDF," kata Luthfi dalam acara Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali Batch II-2026 di Bali Nusa Dua Convention Center, Jumat (28/8/2026) malam.
Model aglomerasi tersebut mulai dikerjakan melalui kerja sama dengan Danantara. Skemanya menggabungkan pengelolaan sampah dari sejumlah daerah yang berada dalam satu kawasan untuk kemudian diolah menjadi energi listrik.
Beberapa kawasan yang masuk skema tersebut antara lain Semarang Raya, yang mencakup Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.
Kemudian Pekalongan Raya yang meliputi Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Batang. Ada pula Tegal Raya yang mencakup Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes.
Baca Juga: Pengeboran PLTP Gunung Ungaran Bisa Dihentikan Jika Potensi Tak Terbukti
Skema serupa juga didorong di kawasan Soloraya, meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Karanganyar, Sragen, Sukoharjo, Wonogiri, Boyolali, serta Kota Salatiga.
Sementara itu, pengolahan dengan skema RDF telah dipraktikkan di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Cilacap, Banyumas, Kudus, Magelang, dan Kebumen. Sampah dari daerah-daerah tersebut diolah menjadi bahan bakar untuk kebutuhan industri semen.
Tak Hanya Sampah Baru, Timbunan TPA Juga Dibidik
Strategi Jateng tidak berhenti pada pengelolaan sampah yang masuk setiap hari. Timbunan sampah lama yang telah menggunung di sejumlah TPA juga mulai menjadi sasaran pengolahan.
Salah satunya adalah TPA Jatibarang di Kota Semarang. Pemprov Jateng tengah menyiapkan rencana kerja sama dengan KSAD untuk mengolah timbunan sampah di lokasi tersebut menjadi bahan bakar solar.
"Misalnya timbunan sampah di TPA Jatibarang Kota Semarang, rencana akan menggandeng KSAD untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar solar," ujar Luthfi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
BPK Audit 4 Sektor Strategis Pemprov Jateng, Taj Yasin Minta Seluruh OPD Buka Data
-
Dari Warung hingga Usaha Menengah, BRI Kucurkan Rp1.235 Triliun ke UMKM
-
BRI Makin Kokoh Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Laba Capai Rp31,2 Triliun
-
Meneladani Jejak R.M. Margono, UT Purwokerto Awali Rangkaian Halaqah dengan Ziarah dan Doa Bersama
-
Jateng Kejar Zero Sampah 2029, Ribuan Ton Sampah Disulap Jadi Listrik dan Bahan Bakar