- Pemprov Jawa Tengah menyatakan siap kooperatif menghadapi pemeriksaan pendahuluan oleh Badan Pemeriksa Keuangan pada Senin, 31 Agustus 2026.
- Badan Pemeriksa Keuangan memeriksa empat sektor strategis meliputi energi, pangan, pendidikan, serta tanggung jawab sosial perusahaan.
- Pemeriksaan bertujuan mengevaluasi tata kelola pemerintahan agar program berjalan transparan, efektif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
SuaraJawaTengah.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka pintu lebar-lebar terhadap pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kali ini, pemeriksaan tidak hanya menyasar aspek administrasi keuangan, tetapi menyentuh empat sektor strategis, yakni energi, pangan, pendidikan, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan Pemprov Jateng siap kooperatif dalam seluruh tahapan pemeriksaan. Menurutnya, audit BPK harus dipandang sebagai instrumen evaluasi untuk memastikan program pemerintah berjalan lebih transparan, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Taj Yasin saat menghadiri entry meeting pemeriksaan pendahuluan BPK di kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (31/8/2026).
Taj Yasin meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi objek pemeriksaan tidak menutup diri. Seluruh dokumen dan informasi yang dibutuhkan BPK diminta segera disiapkan.
“Untuk setiap OPD yang akan diperiksa atau ada penilaian, apa yang perlu disiapkan, langsung disiapkan,” ujar politikus yang akrab disapa Gus Yasin tersebut.
Menurutnya, pemeriksaan BPK justru dapat menjadi momentum untuk menemukan celah perbaikan dalam penyelenggaraan pemerintahan, khususnya dalam pengelolaan program dan keuangan daerah.
Pemprov Jateng, kata dia, siap memberikan data maupun informasi yang dibutuhkan selama proses pemeriksaan berlangsung.
“Saya yakin bahwa pemeriksaan dan penilaian kali ini adalah untuk memperbaiki dan memberikan masukan yang bagus buat pemerintahan kami semakin bersih, semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Empat Sektor Jadi Sasaran Pemeriksaan
Baca Juga: Saat Kemerdekaan Diukur dari Isi Dompet Rakyat, Ini Pesan Gubernur Ahmad Luthfi
Sementara itu, Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah Ahmad Luthfi H. Rahmatullah menjelaskan terdapat empat agenda pemeriksaan yang dilakukan.
Pertama, pemeriksaan kinerja atas upaya pemerintah dalam mendukung pencapaian ketahanan energi.
Kedua, pemeriksaan kinerja terkait upaya pemerintah meningkatkan produksi dan keterjangkauan pangan secara berkelanjutan.
Ketiga, BPK melakukan pemeriksaan kepatuhan pengelolaan bidang pendidikan.
Keempat, pemeriksaan kepatuhan terhadap pengelolaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP).
Empat agenda tersebut menempatkan sejumlah program penting pemerintah daerah dalam evaluasi BPK, mulai dari kemampuan pemerintah menjaga ketahanan energi dan pangan hingga pengelolaan sektor pendidikan serta kontribusi perusahaan terhadap pembangunan daerah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
Terkini
-
BPK Audit 4 Sektor Strategis Pemprov Jateng, Taj Yasin Minta Seluruh OPD Buka Data
-
Dari Warung hingga Usaha Menengah, BRI Kucurkan Rp1.235 Triliun ke UMKM
-
BRI Makin Kokoh Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Laba Capai Rp31,2 Triliun
-
Meneladani Jejak R.M. Margono, UT Purwokerto Awali Rangkaian Halaqah dengan Ziarah dan Doa Bersama
-
Jateng Kejar Zero Sampah 2029, Ribuan Ton Sampah Disulap Jadi Listrik dan Bahan Bakar