Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:08 WIB
Kondisi Keraton Kulon yang akan menjadi fokus dalam revitalisasi Keraton Surakarta yang rencana akan mulai dikerjakan Agustus nanti. [Suara.com/Ari Welianto]
Baca 10 detik
  • Pemerintah dan Keraton Surakarta akan merevitalisasi 11 kawasan bersejarah mulai Agustus 2026 hingga Desember 2026 mendatang.
  • Tahap awal fokus pada kawasan Keputren serta penataan ulang Museum Keraton dengan standar internasional bagi pengunjung.
  • Proyek ini bertujuan melestarikan bangunan bersejarah, memperkuat fungsi edukasi budaya, serta meningkatkan daya tarik destinasi wisata.

SuaraJawaTengah.id - Pemerintah bersama Keraton Kasunanan Surakarta akan memulai revitalisasi besar-besaran terhadap 11 kawasan bersejarah di lingkungan Keraton mulai Agustus 2026.

Program ini tidak hanya memperbaiki bangunan yang mulai menua, tetapi juga menyiapkan museum dengan standar internasional untuk memperkuat fungsi Keraton sebagai pusat budaya, pendidikan, sekaligus destinasi wisata sejarah.

Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari (Gusti Moeng), mengatakan revitalisasi akan dimulai dari kawasan Keraton Kulon (Keputren) dan Kantor KGPH Panembahan Agung Tedjowulan sebagai tahap awal.

"Ada 11 titik di keraton yang akan direvitalisasi," ujar Gusti Moeng usai sosialisasi program revitalisasi di Sasana Handrawina, Jumat (17/7/2026).

Sebanyak 11 lokasi yang masuk program revitalisasi meliputi museum, Pagelaran, Sitihinggil, Panti Pidono, Kasentanan, Kamandungan, Keraton Kulon, Keputren, Magangan, hingga sejumlah kawasan pendukung lainnya yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Pada tahap pertama, pekerjaan dipusatkan di kawasan Keputren atau Keraton Kulon, salah satu area paling penting di kompleks Keraton Surakarta.

Selain itu, revitalisasi juga menyasar Museum Keraton dengan penataan ruang pamer berstandar internasional agar koleksi benda-benda bersejarah dapat ditampilkan secara lebih representatif sesuai kaidah permuseuman modern.

"Fokus awal memang kawasan Keputren atau Keraton Kulon termasuk Museum Keraton juga," katanya.

Menurut Gusti Moeng, revitalisasi kali ini tidak hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menghidupkan kembali kawasan-kawasan yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan edukasi agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga: 5 Kritik Timoer Rumbai Terhadap Langkah Mangkubumi Menobatkan Diri sebagai PB XIV

Program revitalisasi ditargetkan rampung dalam waktu empat bulan, sehingga seluruh pekerjaan diharapkan selesai pada Desember 2026.

"Waktunya hanya empat bulan, diharapkan Desember nanti bisa selesai," ungkapnya.

Sementara itu, Juru Bicara KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, Kanjeng Pakoenegoro, mengatakan persiapan revitalisasi kini telah memasuki tahap akhir sehingga pekerjaan fisik akan mulai berlangsung intensif pada Agustus mendatang.

"Revitalisasi akan semakin mulai intens dilanjutkan bulan Agustus nanti. Artinya persiapannya sudah cukup dekat dan matang," ujarnya.

Ia menjelaskan, revitalisasi Museum Keraton diperkirakan dilakukan secara menyeluruh hingga bagian atap. Karena itu, seluruh koleksi benda cagar budaya, termasuk pusaka-pusaka Keraton, akan dipindahkan sementara ke lokasi yang aman.

"Ini sedang dimusyawarahkan di mana tempat yang paling tepat, aman dan terpantau untuk benda-benda cagar budaya di museum," katanya.

Load More