Budi Arista Romadhoni
Selasa, 28 Juli 2026 | 07:55 WIB
Ilustrasi Deepfake. [Envato]
Baca 10 detik
  • Direktorat Siber Polda Jateng mengusut penyebaran pornografi *deepfake* wajah mahasiswi PTN Surakarta di media sosial sejak awal tahun 2026.
  • Penyidik telah mengantongi profil terduga pelaku dan mendalami jaringan tujuh mahasiswi alumni SMA yang sama sebagai korban.
  • Kasus kejahatan siber menggunakan kecerdasan buatan tersebut menyebabkan korban berinisial E mengalami syok berat serta trauma psikologis.

SuaraJawaTengah.id - Kasus penyebaran konten pornografi hasil rekayasa kecerdasan buatan (deepfake) yang menimpa seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di Surakarta mulai menemukan titik terang. Direktorat Siber Polda Jawa Tengah disebut telah mengantongi profil terduga pelaku dan kini tinggal menuntaskan pemeriksaan saksi sebelum menetapkan tersangka.

Korban berinisial E menjadi sasaran kejahatan digital setelah wajahnya direkayasa menggunakan teknologi AI dan ditempelkan pada tubuh perempuan tanpa busana. Foto serta video palsu tersebut kemudian disebarkan melalui sejumlah akun media sosial hingga grup Telegram.

Kuasa hukum korban, Zaenal Petir, mengatakan penyidik telah melakukan profiling terhadap pihak yang diduga berada di balik penyebaran konten tersebut.

"Setelah kami berkoordinasi dengan penyidik Direktorat Siber Polda Jawa Tengah, mereka sudah melakukan profiling. Tinggal menunggu pemeriksaan saksi. Setelah itu saya yakin akan lebih mudah mengarah kepada calon tersangka. Meski masih tahap penyelidikan, arahnya sudah mulai terlihat," kata Zaenal dikutip dari media patner Suara.com, Ayosemarang.com, Senin (27/7/2026).

Berawal dari Akun Misterius

Zaenal menjelaskan, teror terhadap korban bermula pada 1 Januari 2026 ketika sebuah akun Instagram bernama Kelas Dunia Digital (Digital Duniaku) berupaya menjalin komunikasi dengan korban. Karena tidak mendapat tanggapan, akun tersebut diduga mulai melakukan intimidasi.

Beberapa pekan kemudian, tepatnya pada 26 Januari 2026, muncul akun Instagram lain bernama Ranger Merah 146 yang mengunggah foto-foto pornografi hasil manipulasi AI menggunakan wajah korban.

Tidak lama berselang, akun lain bernama Rangger94028 menghubungi korban dan memberi tahu bahwa foto-foto palsu tersebut telah menyebar di Telegram. Akun itu juga mengirimkan foto asli korban berdampingan dengan hasil rekayasa AI.

Menurut Zaenal, hasil penyelidikan sementara mengarah pada sebuah akun Telegram yang diduga menjadi titik awal penyebaran konten pornografi tersebut. Jejak digital akun itu kini masih didalami penyidik Direktorat Siber Polda Jawa Tengah.

Baca Juga: Duh! Dugaan Kekerasan Seksual Oknum Kiai di Pati, Korban Capai 50 Orang

Korban Alami Syok Berat

Meski seluruh foto dan video yang beredar merupakan hasil manipulasi teknologi AI, dampak yang dirasakan korban sangat nyata.

Zaenal mengungkapkan, kliennya mengalami syok berat setelah mengetahui wajahnya dipasang pada konten pornografi yang kemudian beredar luas di media sosial.

Korban bahkan mengalami stres selama sekitar sepekan dan hingga kini masih menjalani pemulihan karena trauma psikologis.

"Korban sama sekali tidak melakukan hal seperti yang ada di foto maupun video itu. Semua merupakan hasil editan AI. Meski begitu, dampak psikologis yang dialami korban sangat berat," ujarnya.

Diduga Ada Tujuh Korban Lain

Load More