- Tim Sparta Polresta Solo mengamankan empat anggota ormas di Jalan Slamet Riyadi pada Minggu dini hari, 9 Agustus 2026.
- Keempat pelaku ditangkap setelah melakukan intimidasi, pemukulan, dan penyisiran terhadap sejumlah warga yang sedang nongkrong di Karangasem, Laweyan.
- Polisi menyita barang bukti berupa sepeda motor bernomor polisi tertutup dan menyerahkan kasus tersebut ke Satreskrim.
SuaraJawaTengah.id - Tim Sparta Satuan Samapta Polresta Solo mengamankan empat orang yang diduga terlibat aksi intimidasi terhadap sejumlah warga yang sedang nongkrong di wilayah Karangasem, Kecamatan Laweyan, Kota Solo.
Keempatnya diduga merupakan bagian dari kelompok organisasi masyarakat (ormas).
Keempat orang yang diamankan masing-masing berinisial DP (42), PA (19), dan F (51), yang ketiganya merupakan warga Sukoharjo. Sementara satu orang lainnya berinisial AR (39), warga Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta.
Kasat Samapta Polresta Solo Kompol Edi Sukamto mengatakan, keempat orang tersebut diamankan Tim Sparta saat melakukan patroli wilayah pada Minggu (9/8/2026) dini hari sekitar pukul 00.45 WIB.
"Keempatnya kami amankan di Jalan Slamet Riyadi, Pajang, Kecamatan Laweyan, Surakarta. Sebelumnya kami mendapat informasi adanya kelompok yang diduga melakukan intimidasi terhadap warga yang sedang nongkrong," kata Kompol Edi, Senin (10/8/2026).
Kompol Edi menjelaskan, kejadian bermula saat Tim Sparta mendapatkan informasi dari warga yang melintas di Jalan Sawo, Karangasem. Saat itu, warga tersebut melihat sekitar 15 orang yang diduga merupakan kelompok ormas mengendarai sekitar delapan sepeda motor matik.
Menurut informasi yang diterima petugas, sebagian besar nomor polisi kendaraan tersebut ditutup menggunakan plastik maupun lakban berwarna hitam.
Kelompok tersebut kemudian berhenti di sebuah rumah yang terdapat sejumlah anak muda sedang nongkrong. Dari kejauhan, pelapor melihat kelompok tersebut membentak-bentak para pemuda.
"Tim Sparta kemudian menuju lokasi untuk mengecek informasi tersebut. Namun saat petugas tiba, kelompok tersebut sudah meninggalkan lokasi," jelasnya.
Baca Juga: Modus Curi Biskuit Berulang Terbongkar, Sales Makanan Diciduk di Pasar Nusukan
Petugas kemudian meminta keterangan dari warga yang berada di lokasi. Salah seorang anak muda mengaku bahwa mereka didatangi sekelompok orang yang diduga anggota ormas. Dalam kejadian tersebut, terdapat warga yang diduga dipukul menggunakan benda, ditendang, bahkan disabet menggunakan alat.
Selain itu, salah seorang korban mengaku kehilangan telepon seluler. HP tersebut diduga terbawa oleh salah satu anggota kelompok karena setelah dilakukan pencarian di sekitar lokasi tidak ditemukan.
Saat Tim Sparta melakukan penyisiran, salah satu personel melihat kelompok yang diduga ormas tersebut berada di sebelah selatan jalan, tepatnya di depan kios Solo Laptop.
"Begitu mengetahui kedatangan petugas, kelompok tersebut langsung melarikan diri. Tim Sparta kemudian melakukan pengejaran," ujar Kompol Edi.
Dalam pengejaran tersebut, petugas berhasil mengamankan empat orang dan dua sepeda motor. Kedua sepeda motor tersebut diketahui menggunakan nomor polisi yang ditutup dengan plastik dan lakban hitam.
Petugas juga menemukan sejumlah benda yang diduga dibuang oleh kelompok tersebut sebelum dilakukan pemeriksaan. Di antaranya satu potongan kabel yang telah dimodifikasi dan dibalut lakban serta satu potongan selang air.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
GIIAS Semarang Kenalkan Ragam Teknologi Mobil Listrik, Changan Bawa BEV dan REEV
-
Aduan Warga Jateng Tak Boleh 'Menggantung', Ahmad Luthfi: Maksimal 24 Jam Harus Direspons!
-
Deretan 5 Gubernur Hadiri Apel Akbar, 243 Ribu 'Hansip Reborn' Resmi Dikumpulkan di Jateng!
-
Tren Mobil Listrik Masuk Mobilitas Harian, Wuling Kenalkan Aira ev di GIIAS Semarang
-
Kecelakaan KA Argo Bromo, Pengamat: Kesalahan Masinis Tak Bisa Dilihat Secara Tunggal