- Mobil KIA Picanto mengalami rem blong dan terjun ke perkebunan warga di Karanganyar pada Senin dini hari.
- Satu penumpang bernama Sumarni meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit.
- Polres Karanganyar masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tunggal tersebut dan telah mengevakuasi kendaraan korban.
SuaraJawaTengah.id - Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di jalur Dusun Bomo, Kelurahan Nglebak, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Senin (24/8/2026) dini hari.
Sebuah mobil KIA Picanto bernomor polisi AE 1536 OY terjun ke perkebunan warga setelah diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman.
Dalam peristiwa tersebut, satu penumpang bernama Sumarni (62) meninggal dunia. Sementara pengemudi Marno (52) dan dua penumpang lainnya, Sumarsih (49) serta Chealia Meisa Pratiwi (19), mengalami luka-luka.
Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Razes Pernando Manurung mengatakan Sumarni mengalami luka berat di bagian kepala.
Marno dan Sumarsih mengalami luka di bagian kepala dan pinggang, sedangkan Chealia juga mengalami luka akibat kecelakaan tersebut.
“Ketiganya dibawa ke RS dr Moewardi Solo untuk penanganan medis,” kata Razes saat dikonfirmasi, Selasa (25/8/2026).
Berdasarkan keterangan awal, mobil tersebut melaju dari arah timur menuju barat. Saat memasuki jalur menurun dan tikungan, sistem pengereman kendaraan diduga tidak berfungsi sehingga pengemudi kehilangan kendali.
Mobil kemudian melaju tak terkendali, keluar dari badan jalan, dan terperosok ke area perkebunan warga. Kendaraan dilaporkan masuk hingga sekitar 150 meter dari jalur utama.
Petugas bersama warga selanjutnya mengevakuasi pengemudi dan tiga penumpang dari lokasi kejadian. Seluruh korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: Sajajar Desak Kemenag Tindak Tegas Pelaku Pembubaran Kemah Ahmadiyah di Karanganyar
Razes menambahkan, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut. Dugaan sementara, kecelakaan dipicu gangguan pada sistem pengereman kendaraan.
“Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Dugaan awal disebabkan sistem pengereman tidak berfungsi,” ujarnya.
Mobil yang mengalami kecelakaan telah dievakuasi dan diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Semarang Heritage Night Run 2026, Strategi Hidupkan Wisata dan Ekonomi Kota Lama
-
Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya
-
Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!
-
Rumah Lebih Layak, Sanitasi Lebih Baik: Nelayan Roban Timur Rasakan Manfaat Program Bedah Rumah
-
Keluarga Jadi Korban Gempa, Mahasiswa NTT di Jateng Dapat Bantuan Biaya Kos dari Gubernur Luthfi