- Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar secara terbuka meminta maaf atas pembubaran paksa Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar.
- Koordinator Sajajar Usama Ahmad Rizal mengapresiasi permohonan maaf tersebut sebagai bentuk keberpihakan terhadap nilai kebebasan beragama yang dijamin konstitusi.
- Sajajar mendesak pemerintah dan pemangku kepentingan melakukan evaluasi serta tindakan nyata guna mencegah praktik intoleransi di masa mendatang.
SuaraJawaTengah.id - Koordinator Solidaritas Jaringan Antarumat Beragama (Sajajar) Usama Ahmad Rizal, mengapresiasi sikap Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, yang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada Jamaah Ahmadiyah Indonesia atas peristiwa pembubaran paksa Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar, Jawa Tengah., melalui instagram pribadinya.
Menurut Rizal, pernyataan tersebut menunjukkan adanya empati, tanggung jawab moral, serta keberpihakan terhadap nilai-nilai kebebasan beragama dan berkeyakinan yang dijamin oleh konstitusi.
"Kami mengapresiasi pernyataan dan permohonan maaf yang disampaikan oleh Gugun Gumilar. Sikap ini menunjukkan kepekaan dan keberanian untuk mengakui bahwa masih ada persoalan intoleransi yang harus menjadi perhatian bersama," kata Rizal, Selasa, (9/6/2026).
Rizal menilai, pernyataan Gugun yang menegaskan pentingnya dialog antarumat beragama dan komitmen untuk menyelesaikan kasus ini merupakan langkah positif yang perlu ditindaklanjuti dengan tindakan nyata oleh seluruh pemangku kepentingan.
"Kami berharap permohonan maaf ini tidak berhenti sebagai pernyataan moral semata, tetapi menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap praktik-praktik intoleransi yang masih terjadi, termasuk memastikan hak-hak warga negara untuk berkumpul, beribadah, dan menjalankan kegiatan secara damai terlindungi," ujarnya.
Sajajar juga mendorong Kementerian Agama, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan konflik melalui dialog, edukasi toleransi, serta penegakan hukum yang adil terhadap setiap tindakan intimidasi dan diskriminasi.
"Peristiwa di Karanganyar harus menjadi pelajaran bersama. Indonesia dibangun di atas prinsip kebhinekaan. Karena itu, setiap warga negara, termasuk Jamaah Ahmadiyah, berhak memperoleh perlindungan dan perlakuan yang setara di hadapan hukum," tegas Rizal.
Sajajar berharap proses penanganan kasus pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah dapat berjalan secara transparan, akuntabel, dan menghasilkan langkah-langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Baca Juga: Kejurnas Sprint Rally Dongkrak Pengembangan Sport Tourism Jawa Tengah
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC
-
Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
-
Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin