- Dua anggota Polsek Ngawen dikeroyok warga saat melerai kericuhan karnaval HUT RI di Blora pada Sabtu (22/8/2026).
- Akibat penganiayaan tersebut, kedua aparat kepolisian mengalami sejumlah luka memar serta robek dan sempat dirawat di puskesmas.
- Polres Blora menetapkan serta menahan tiga warga setempat berinisial SJ, NR, dan BD sebagai tersangka.
SuaraJawaTengah.id - Perayaan karnaval dalam rangka HUT ke-81 RI di Desa Rowobungkul, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berujung kericuhan. Dua anggota polisi yang tengah bertugas mengamankan kegiatan tersebut menjadi korban pengeroyokan.
Polres Blora kini menetapkan tiga orang sebagai tersangka dan menahan mereka untuk menjalani proses hukum.
Ketiga tersangka masing-masing berinisial SJ, NR, dan BD, yang seluruhnya merupakan warga Kabupaten Blora. Penetapan tersangka dilakukan setelah polisi memeriksa 11 saksi dan mengantongi sedikitnya dua alat bukti.
“Penetapan tersangka setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 11 saksi dan mengumpulkan sedikitnya dua alat bukti yang cukup,” kata Kapolres Blora AKBP Inggal Widya Perdana melansir ANTARA, Selasa (25/8/2026).
Inggal mengatakan penyidik masih mendalami peran masing-masing tersangka dalam kericuhan yang terjadi di perempatan Dukuh Randualas, Desa Rowobungkul, Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Menurut dia, kericuhan awalnya dipicu aksi saling ejek antarpeserta karnaval. Situasi kemudian memanas hingga berkembang menjadi perselisihan antara warga Dukuh Tembang dan Dukuh Randualas.
Petugas yang berada di lokasi berupaya melerai kedua kelompok agar keributan tidak semakin meluas. Namun, dalam situasi tersebut, sejumlah warga justru melakukan pemukulan terhadap anggota polisi yang sedang menjalankan tugas pengamanan.
Akibat pengeroyokan itu, dua anggota Polsek Ngawen, yakni Aipda MS dan Aiptu SP, mengalami luka.
Aipda MS mengalami memar pada bagian dahi, hidung, dan lutut kiri. Sementara Aiptu SP mengalami luka robek di bagian atas kepala, benjolan di kepala, serta memar dan benjolan pada bagian dahi.
Baca Juga: BRI Tebar Promo HUT Ke-81 RI, Ada Cashback hingga Diskon Rp810 Ribu
“Keduanya sempat dilarikan ke Puskesmas Rowobungkul dan saat ini sudah pulang dari puskesmas itu,” ujar Inggal.
Polisi masih mengembangkan penyidikan untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.
Inggal menegaskan proses hukum terhadap ketiga tersangka tetap berjalan. Penyidik juga terus mendalami rangkaian peristiwa serta peran masing-masing pihak untuk memastikan penanganan perkara dilakukan berdasarkan bukti yang ditemukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Empat Tahun Berturut-turut, BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance
-
Semarang Heritage Night Run 2026, Strategi Hidupkan Wisata dan Ekonomi Kota Lama
-
Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya
-
Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!
-
Rumah Lebih Layak, Sanitasi Lebih Baik: Nelayan Roban Timur Rasakan Manfaat Program Bedah Rumah