- Gempa bumi bermagnitudo 5,3 mengguncang Cilacap pada Jumat siang akibat aktivitas subduksi lempeng.
- BMKG memastikan gempa berkedalaman 69 kilometer di laut tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
- Getaran gempa dirasakan luas di beberapa wilayah Jawa dengan intensitas berbeda tanpa gempa susulan.
Pada tingkat III MMI, getaran dapat dirasakan nyata di dalam rumah. Sensasinya bahkan dapat dirasakan seperti ada kendaraan berat atau truk yang sedang melintas.
Sementara itu, masyarakat di Pangandaran, Jawa Barat, merasakan guncangan dengan intensitas II-III MMI.
Guncangan juga dirasakan di Pacitan, Sleman, dan Wonogiri dengan intensitas II MMI.
Jangkauan tersebut menunjukkan bahwa meskipun episenter berada di selatan Cilacap, efek guncangannya tidak hanya dirasakan masyarakat di sekitar pusat gempa.
Belum Ada Gempa Susulan
BMKG juga terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan setelah kejadian tersebut.
Hingga pukul 12.40.02 WIB atau sekitar 35 menit setelah gempa utama, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Wijayanto mengatakan pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas kegempaan.
"BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Dieng Punya Harta Karun Sejarah, Dua Peninggalan Dibidik Jadi Cagar Budaya Nasional
BMKG meminta masyarakat tidak panik dan tetap tenang setelah merasakan guncangan.
Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi mengenai gempa dan tsunami yang tidak berasal dari sumber resmi.
Waspadai Bangunan Rusak
Selain meminta masyarakat tetap tenang, BMKG mengingatkan adanya risiko sekunder yang perlu diperhatikan setelah gempa, terutama bagi bangunan yang mengalami kerusakan.
Masyarakat diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan untuk mencegah kemungkinan bangunan roboh atau bagian bangunan terlepas.
"Kami mengingatkan masyarakat agar memastikan informasi terkait gempa bumi dan tsunami hanya bersumber dari kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi," kata Wijayanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- 7 Cara Membuat Pengharum Ruangan Wangi Tahan Lama Meski Rumah Tidak Pakai AC
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Semarang Suarakan Lima Tuntutan hingga Malam
-
Polda Jateng Apresiasi Aksi Mahasiswa di Jalan Pahlawan, Massa Diimbau Bubarkan Diri Tertib
-
Temui Mahasiswa di Tengah Aksi, Kapolda Jateng: Aspirasi Silakan, Pelanggaran Hukum Ditindak
-
KPK Telusuri Aliran Uang Rp19 Miliar, Anak dan Suami Fadia Arafiq Diperiksa
-
Kekeringan Jateng Belum Usai, Purworejo Catat 172 Hari Tanpa Hujan