Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 05 September 2026 | 09:12 WIB
Ilustrasi kebakaran di Jawa Tengah. [Ist]
Baca 10 detik
  • BPBD Jawa Tengah mencatat 615 kasus kebakaran bangunan, permukiman, hutan, serta lahan selama delapan bulan pertama 2026.
  • Pemprov Jawa Tengah mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan di luar rumah demi mencegah perluasan kebakaran.
  • Sebanyak 150 relawan mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas SAR di Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, untuk memperkuat penanganan bencana.

SuaraJawaTengah.id - Jawa Tengah menghadapi ancaman kebakaran yang tak bisa dianggap sepele. Dalam delapan bulan pertama 2026, sedikitnya 615 kasus kebakaran tercatat terjadi di berbagai wilayah Jawa Tengah.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 282 kejadian merupakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sedangkan 333 kasus lainnya terjadi pada bangunan dan permukiman.

Angka tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terlebih saat Jawa Tengah memasuki periode musim kemarau. Sebab, kebakaran tidak hanya dipengaruhi kondisi cuaca kering, tetapi juga faktor manusia.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan sebagian besar kejadian kebakaran yang dipetakan BPBD terjadi di lahan pertanian dan perkebunan.

Menurutnya, sejumlah kejadian tersebut dipicu human error atau kelalaian manusia.

Kondisi ini membuat upaya pencegahan menjadi sama pentingnya dengan kesiapan petugas ketika kebakaran sudah terjadi. Terlebih, api di lahan terbuka dapat dengan cepat meluas ketika kondisi vegetasi kering dan angin mendukung.

“Kebanyakan kebakaran yang terjadi di lahan pertanian maupun perkebunan dipicu human error atau kelalaian manusia,” kata Bergas.

Ia menambahkan, BPBD Jawa Tengah terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang memiliki potensi kebakaran. Jika ditemukan adanya hotspot atau indikasi kebakaran, petugas akan segera berkoordinasi dengan pemadam kebakaran di wilayah masing-masing.

Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mencegah api membesar dan merembet ke wilayah lain.

Baca Juga: Cuaca Cerah, Tiba-tiba Bruk! Pohon Tumbang di Pandanaran Semarang, Dua Pemotor Tewas

Musim Kemarau, Warga Diminta Tak Sembarangan Membakar

Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Selain lahan pertanian, perkebunan dan kawasan hutan, lokasi pembuangan sampah juga menjadi salah satu titik yang perlu diwaspadai.

Kebiasaan membakar sampah secara sembarangan, terutama di luar rumah, dinilai berpotensi menjadi pemicu kebakaran ketika kondisi lingkungan sedang kering.

Sumarno meminta masyarakat tidak menganggap remeh aktivitas pembakaran yang terlihat kecil. Api yang awalnya terkendali dapat dengan mudah menjalar apabila mengenai material kering.

“Jangan membakar sembarangan di luar rumah, apalagi pada kondisi musim kemarau seperti sekarang,” ujarnya.

Load More