- BPBD Jawa Tengah mencatat 615 kasus kebakaran bangunan, permukiman, hutan, serta lahan selama delapan bulan pertama 2026.
- Pemprov Jawa Tengah mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan di luar rumah demi mencegah perluasan kebakaran.
- Sebanyak 150 relawan mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas SAR di Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, untuk memperkuat penanganan bencana.
SuaraJawaTengah.id - Jawa Tengah menghadapi ancaman kebakaran yang tak bisa dianggap sepele. Dalam delapan bulan pertama 2026, sedikitnya 615 kasus kebakaran tercatat terjadi di berbagai wilayah Jawa Tengah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 282 kejadian merupakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sedangkan 333 kasus lainnya terjadi pada bangunan dan permukiman.
Angka tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terlebih saat Jawa Tengah memasuki periode musim kemarau. Sebab, kebakaran tidak hanya dipengaruhi kondisi cuaca kering, tetapi juga faktor manusia.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan sebagian besar kejadian kebakaran yang dipetakan BPBD terjadi di lahan pertanian dan perkebunan.
Menurutnya, sejumlah kejadian tersebut dipicu human error atau kelalaian manusia.
Kondisi ini membuat upaya pencegahan menjadi sama pentingnya dengan kesiapan petugas ketika kebakaran sudah terjadi. Terlebih, api di lahan terbuka dapat dengan cepat meluas ketika kondisi vegetasi kering dan angin mendukung.
“Kebanyakan kebakaran yang terjadi di lahan pertanian maupun perkebunan dipicu human error atau kelalaian manusia,” kata Bergas.
Ia menambahkan, BPBD Jawa Tengah terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang memiliki potensi kebakaran. Jika ditemukan adanya hotspot atau indikasi kebakaran, petugas akan segera berkoordinasi dengan pemadam kebakaran di wilayah masing-masing.
Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mencegah api membesar dan merembet ke wilayah lain.
Baca Juga: Cuaca Cerah, Tiba-tiba Bruk! Pohon Tumbang di Pandanaran Semarang, Dua Pemotor Tewas
Musim Kemarau, Warga Diminta Tak Sembarangan Membakar
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.
Selain lahan pertanian, perkebunan dan kawasan hutan, lokasi pembuangan sampah juga menjadi salah satu titik yang perlu diwaspadai.
Kebiasaan membakar sampah secara sembarangan, terutama di luar rumah, dinilai berpotensi menjadi pemicu kebakaran ketika kondisi lingkungan sedang kering.
Sumarno meminta masyarakat tidak menganggap remeh aktivitas pembakaran yang terlihat kecil. Api yang awalnya terkendali dapat dengan mudah menjalar apabila mengenai material kering.
“Jangan membakar sembarangan di luar rumah, apalagi pada kondisi musim kemarau seperti sekarang,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- 7 Cara Membuat Pengharum Ruangan Wangi Tahan Lama Meski Rumah Tidak Pakai AC
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kekeringan Jateng Belum Usai, Purworejo Catat 172 Hari Tanpa Hujan
-
22 Kasus Kekerasan di Pondok Pesantren Jateng Catat 85 Korban, Pencegahan Jadi Sorotan
-
Semarang Cerah Berawan, Sejumlah Wilayah Jateng Berpotensi Hujan Ringan
-
Divonis 8,5 Tahun Penjara, Sudewo Sebut Ada Intervensi Politik
-
Sudewo Melawan! Tolak Vonis 8,5 Tahun Penjara dan Siapkan Banding