- Saudara kembar Ammaora dan Annaora memperkuat MI Pagersari-Patean dalam MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2026–2027 di Semarang.
- Ammaora mencetak 56 gol sebagai penyerang, sementara Annaora menyumbangkan 12 gol dari posisi defender hingga Sabtu.
- Turnamen yang berlangsung pada 1 hingga 6 September 2026 tersebut diikuti oleh ribuan atlet usia dini.
SuaraJawaTengah.id - Di lapangan hijau, saudara kembar Ammaora Kalani Putri dan Annaora Elysia Putri memiliki cara berbeda untuk membantu timnya meraih kemenangan.
Ammaora, yang akrab disapa Maora, menjadi mesin gol MI Pagersari-Patean. Sementara saudara kembarnya, Annaora atau Naura, berdiri di lini pertahanan sebagai benteng tim.
Keduanya sama-sama menunjukkan performa menonjol dalam MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2026–2027 di Semarang.
Hingga Sabtu (5/9/2026), Maora bahkan menjadi pemain dengan torehan gol terbanyak di kelompok umur (KU) 12. Ia telah mencetak 56 gol sepanjang turnamen.
Bagi Maora, puluhan gol tersebut bukan sekadar angka. Capaian itu menjadi buah dari latihan yang dijalani secara konsisten sekaligus kerja sama dengan rekan-rekan satu tim.
“Total 56 gol yang saya cetak sampai hari ini. Harapannya besok, babak semifinal dan final bisa menambah gol lalu menjadi juara. Target saya besok bikin tiga gol,” ujar Maora kepada wartawan usai bertanding.
Anak yang mengidolakan Cristiano Ronaldo itu, mengaku masih ingin terus berkembang. Targetnya bukan berhenti sebagai pencetak gol terbanyak di sebuah turnamen, tetapi terus mengasah kemampuan agar suatu saat dapat melangkah lebih jauh melalui sepak bola.
Di sisi lain, Naura memilih peran berbeda. Ia dipercaya menjadi defender yang bertugas menjaga pertahanan tim. Meski bukan penyerang utama, kontribusinya tetap terlihat. Hingga Sabtu, Naura telah mencetak 12 gol dan menempati posisi keenam dalam daftar top skor KU 12.
Bagi Naura, bermain dalam turnamen bukan hanya tentang berapa banyak gol yang dicetak. Ada pelajaran tentang kesiapan mental, fisik, hingga kemampuan membaca pertandingan.
Baca Juga: Cuaca Cerah, Tiba-tiba Bruk! Pohon Tumbang di Pandanaran Semarang, Dua Pemotor Tewas
“Persiapan mental dan fisik. Harus terampil mengatur strategi maju mundur juga, karena tadi hampir kemasukan soalnya,” kata Naura.
Di balik penampilan keduanya, terdapat proses panjang yang dijalani bersama tim MI Pagersari-Patean.
Pelatih tim, Pranoto, mengatakan para pemain telah berlatih sekitar tiga bulan. Latihan digelar setiap Rabu dan Jumat, kemudian intensitasnya ditingkatkan selama empat minggu terakhir menjelang turnamen.
“Tim kami berlatih sekitar tiga bulan tiap Rabu dan Jumat, lalu pelatihan makin intens empat minggu terakhir. Saya mengingatkan para siswi, sekarang masanya untuk menciptakan momen emas,” ujar Pranoto.
Pranoto menyebut Maora berperan sebagai penyerang, sedangkan Naura menjadi defender. Perbedaan posisi tersebut justru membuat keduanya saling melengkapi dalam tim.
Ia menilai kesempatan tampil di MLSC menjadi momentum penting bagi para pemain muda untuk merasakan atmosfer kompetisi sejak usia dini. Anak-anak tidak hanya belajar teknik bermain sepak bola, tetapi juga memahami arti kerja sama, sportivitas, persiapan dan integritas.
Berita Terkait
-
Tersangka MDFS Akui Bunuh Mozza Karena Cemburu, Berkenalan Via TikTok
-
Weekend di Semarang? Ini Tips Bapak-Bapak Jadi Teman Setia Antar Istri
-
Fakta Baru Mozza: Dibunuh Sehari Setelah Hilang, Dibuang di Tol Jangli hingga Tersangka Diciduk
-
Polisi Tangkap Pria di Blora Terkait Hilangnya Mozza, Pengakuan Pelaku Bikin Merinding!
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- 7 Cara Membuat Pengharum Ruangan Wangi Tahan Lama Meski Rumah Tidak Pakai AC
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kekeringan Jateng Belum Usai, Purworejo Catat 172 Hari Tanpa Hujan
-
22 Kasus Kekerasan di Pondok Pesantren Jateng Catat 85 Korban, Pencegahan Jadi Sorotan
-
Semarang Cerah Berawan, Sejumlah Wilayah Jateng Berpotensi Hujan Ringan
-
Divonis 8,5 Tahun Penjara, Sudewo Sebut Ada Intervensi Politik
-
Sudewo Melawan! Tolak Vonis 8,5 Tahun Penjara dan Siapkan Banding