Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 05 September 2026 | 21:08 WIB
Saudara kembar Ammaora Kalani Putri dan Annaora Elysia Putri yang menjadi peserta MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2026–2027 di Semarang.
Baca 10 detik
  • Saudara kembar Ammaora dan Annaora memperkuat MI Pagersari-Patean dalam MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2026–2027 di Semarang.
  • Ammaora mencetak 56 gol sebagai penyerang, sementara Annaora menyumbangkan 12 gol dari posisi defender hingga Sabtu.
  • Turnamen yang berlangsung pada 1 hingga 6 September 2026 tersebut diikuti oleh ribuan atlet usia dini.

MLSC wadah untuk menghangatkan semangat sportivitas dan mengasah skill anak-anak. Turnamen ini membuka kesempatan bagi bibit-bibit muda untuk memperlihatkan performa terbaik mereka, siap menang, siap kalah, dengan tetap menjaga integritas,” kata Pranoto.

Kisah dua saudara kembar tersebut sejalan dengan tujuan MilkLife Soccer Challenge yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife untuk mempopulerkan sepak bola putri sekaligus mencari dan membina talenta-talenta muda potensial.

Di Semarang, MLSC Seri 1 2026–2027 diikuti 1.091 atlet dari 63 SD dan MI. Mereka terbagi dalam 35 tim KU 10 dan 67 tim KU 12. Turnamen berlangsung pada 1–6 September 2026 di Stadion Universitas Diponegoro dan Lapangan Arhanud, Jatingaleh.

Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge All-Stars Semarang, Aji Irawan, melihat perkembangan sepak bola putri di tingkat usia dini semakin menunjukkan prospek positif.

“Perkembangan sepak bola putri juga luar biasa. Saya berharap olahraga ini setara dengan tim putra, agar sama-sama dikedepankan, sehingga mampu memberi peran penting dan tempat di mancanegara,” ujar Aji.

Menurut dia, perubahan regulasi dalam MLSC juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pembinaan atlet. Pada musim 2026–2027, batas usia peserta disesuaikan, sementara ukuran lapangan KU 10 diperbesar dari sebelumnya 40 x 24 meter menjadi 42 x 26 meter.

Aji bahkan membayangkan dalam satu dekade ke depan, pembinaan yang dilakukan sejak usia sekolah dasar dapat melahirkan pemain-pemain yang mampu membawa nama Indonesia ke panggung internasional.

“Saya membayangkan 10 tahun lagi, Indonesia tidak akan hilang dalam prestasi. Pembinaan para atlet sudah luar biasa,” katanya.

Baca Juga: Cuaca Cerah, Tiba-tiba Bruk! Pohon Tumbang di Pandanaran Semarang, Dua Pemotor Tewas

Load More