- Anggota Exco PSSI Khairul Anwar menyatakan siap maju dalam pemilihan kepengurusan Asprov PSSI Jawa Tengah.
- Ia berencana membenahi sistem pembinaan usia muda agar tidak ada lagi pemain potensial yang berpindah ke daerah lain.
- Ia mendorong klub profesional seperti Java United menjadi muara karier yang mewajibkan penggunaan pemain ber-KTP Jawa Tengah.
SuaraJawaTengah.id - Anggota Executive Committee (Exco) PSSI sekaligus Plt Wakil Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah, Khairul Anwar, menyatakan kesiapannya untuk maju dalam bursa pemilihan kepengurusan Asprov PSSI Jawa Tengah.
Khairul mengaku ingin membawa perubahan terhadap tata kelola dan pembinaan sepak bola di Jawa Tengah.
Menurutnya, sebagai salah satu daerah dengan potensi pesepakbola muda yang besar, Jawa Tengah seharusnya memiliki sistem pembinaan yang lebih terstruktur dan berjenjang.
“Rencana mau maju. Kepengin benahi juga sepak bola Jawa Tengah. Masa di rumah sendiri kita ngurusin tim, PSSI pusat rumah sendiri enggak diurusin,” kata Khairul saat dihubungi pada Sabtu malam (5/9/2026).
Meski demikian, Kairul masih menunggu proses dan dukungan dari para pemilik suara atau voter dalam pemilihan Asprov PSSI Jawa Tengah.
Ia menyebut tahapan yang akan dilakukan bukan sekadar mencari dukungan, melainkan membangun komunikasi dengan voter sekaligus menyerap berbagai persoalan yang selama ini dihadapi klub dan stakeholder sepak bola di Jawa Tengah.
“Rencana ya mau, minta doa restunya saja. Bismillah,” ujarnya.
Khairul mengatakan dirinya akan melakukan silaturahmi dengan para voter untuk memaparkan gagasan sekaligus mendengarkan aspirasi dari bawah.
Menurut dia, banyak persoalan sepak bola di tingkat daerah yang perlu didengar secara langsung, terutama terkait pembinaan kelompok usia muda.
Baca Juga: Mobil Tangki Berjalan dan Belasan Barcode: Modus Licik Mafia Subsidi Rugiikan Rp11 Miliar di Jateng
“Kita silaturahmi ke voter, memaparkan program terus mendengarkan juga kehendak voter. Kita turun ke bawah hanya untuk mendengarkan aspirasi saja,” katanya.
Soroti Pembinaan U-13 hingga U-17
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Kairul adalah belum optimalnya sistem pembinaan pemain usia muda di Jawa Tengah.
Ia menilai kelompok usia seperti U-13, U-15, hingga U-17 membutuhkan program yang jelas dan berkesinambungan. Termasuk persoalan biaya pembinaan yang dinilai perlu mendapat perhatian.
“Program pembinaannya kelompok usia bagaimana U-13, U-15, U-17, bagaimana, ke mana-ke mana. Terus kenapa bayarnya kok mahal dan sebagainya. Ini bagian yang harus didengar,” ujarnya.
Menurut Khairul, Jawa Tengah memiliki modal besar berupa talenta-talenta muda yang diminati klub-klub dari berbagai daerah. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya mampu dipertahankan dan dikembangkan melalui sistem pembinaan di daerah sendiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC
-
Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
-
Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin