- Anggota DPRD Jateng Muhammad Farchan meminta pemerintah pusat mengkaji ulang rencana pembangunan PLTP Gunung Ungaran pada Senin, 7 September 2026.
- Proyek PLTP berpotensi menghasilkan listrik 55 megawatt, tetapi dikhawatirkan merusak sumber air, habitat Elang Jawa, dan Candi Gedong Songo.
- Pemerintah diminta memastikan manfaat energi bersih sebanding dengan risiko kerusakan lingkungan serta dampak sosial bagi masyarakat sekitar.
SuaraJawaTengah.id - Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran diminta dikaji ulang. Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah Muhammad Farchan menilai proyek energi bersih tersebut tidak boleh hanya dihitung dari potensi tambahan pasokan listrik, tetapi juga harus memperhitungkan dampaknya terhadap sumber air, ekosistem, hingga kawasan cagar budaya.
Farchan menegaskan, dirinya tidak dalam posisi menolak pengembangan energi panas bumi. Namun, menurut dia, pemerintah perlu memastikan manfaat proyek sebanding dengan potensi risiko yang ditimbulkan terhadap kawasan Gunung Ungaran.
“Proyek geothermal Gunung Ungaran ini kan informasinya sedang dalam pengkajian. Namun, ketika pengkajian dilakukan, rekomendasi izin justru sudah diterbitkan pemerintah pusat, yakni Kementerian ESDM,” kata Farchan dikutip dari ANTARA di Semarang, Senin (7/9/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian. Sebab, Gunung Ungaran memiliki fungsi ekologis yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar kawasan pengembangan energi.
Kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu sumber air, ruang terbuka hijau, habitat flora dan fauna, serta kawasan wisata dan budaya yang memiliki nilai penting bagi masyarakat.
“Penolakan masyarakat terkait proyek tersebut sangat wajar, mengingat keberadaan Gunung Ungaran yang selama ini sangat vital, seperti sumber air minum, lahan hijau, dan habitat Elang Jawa,” ujarnya.
Jangan Korbankan Sumber Air dan Habitat Elang Jawa
Farchan secara khusus menyoroti keberadaan Elang Jawa yang menjadi salah satu satwa penting di kawasan Gunung Ungaran.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur geothermal harus dilakukan dengan kehati-hatian karena berpotensi memengaruhi kondisi lingkungan dan habitat satwa.
Baca Juga: Perkembangan AI Tak Bisa Dihindari, Wakil Ketua DPRD Jateng: Harus Adaptif, Jangan Takut Perubahan!
“Flora fauna di Gunung Ungaran ini sangat sangat kental sekali. Ada burung Elang Jawa atau orang mengatakan burung Garuda yang hampir punah. Ini kan harus ekstra hati-hati,” katanya.
Selain persoalan keanekaragaman hayati, Farchan juga menaruh perhatian terhadap fungsi Gunung Ungaran sebagai kawasan tangkapan dan sumber air.
Pengalaman sebagai mantan Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang membuatnya memahami pentingnya kawasan tersebut bagi ketersediaan air baku.
Ia menilai setiap perubahan bentang alam di Gunung Ungaran harus dihitung secara serius karena pembangunan pembangkit tidak hanya menyangkut fasilitas utama, tetapi juga membutuhkan akses dan infrastruktur pendukung.
“Perubahan bentang alam ini enggak main-main. Ketika proyek ini dimulai tentu akan merubah bentang alam. Jalan akses yang akan dibangun, lahan rusak dan sebagainya,” tuturnya.
Karena itu, dampak terhadap sumber air, kawasan hijau, hingga potensi wisata juga harus masuk dalam perhitungan sebelum proyek dilanjutkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Semarang Diprakirakan Cerah Berawan, Hujan Berpotensi Turun Sore Nanti
-
Perkuat Kepercayaan Investor, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun
-
Hari Santri, PKB Jateng Perkuat Gerakan Sosial hingga Dorong UMKM Naik Kelas
-
Antisipasi Karhutla Susulan, Pemprov Jateng Minta Seluruh Jalur Pendakian Gunung Ditutup Sementara
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Semarang Suarakan Lima Tuntutan hingga Malam